Tips Kulit Putih – Tradisional

Memiliki Kulit Putih dan sehat merupakan dambaan setiap manusia di dunia. apalagi bagi kaum perempuan, memiliki Kulit Putih yang sehat, bersih, lebut dan cerah pasti impian bagi mereka khususnya di Indonesia yang mayoritas beranggapan kalau putih itu bersih dan murni.
Namun untuk membuat kulit anda seperti demikian tidaklah mudah, namun tidak juga sulit. Yang jelas sangat berpengaruh dari makanan yang anda konsumsi setiap hari. Kali ini aku akan mengupas habis tentang bagaimana mendapatkan Kulit Putih dari bahan-bahan alami yang sebagian merupakan pengalaman pribadi.
Dalam mencapai kulit putih yang diimpikan kamu harus mengkonsumsi banyak buah-buahan dan sayuran. Ini beberapa makanan yang membantu menyehatkan kulit kamu :
 Tomat
 
          Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa peserta dengan mengkonsumsi buah tomat sebanyak lima sendok pasta tomat kaya lycopene setiap hari selama tiga bulan yang memiliki perlindungan 25 % lebih banyak terhadap pancaran sinar matahari. Selain itu, buah tomat juga merupakan makanan yang dapat menjadikan kulit mempunyai lebih banyak kolegen untuk mencegah kulit menjadi kendur.
Strawberi
 
           Menurutnya Segelasnya strawberi terdapat 130 % vitamin C, yaitu suatu zat yang kuat untuk meningkatkan pengeluaran serat kolegen. Kolegen sendiri berfungsi untuk membantu kulit tetap stabil dan lembut. Semakin banyak vitamin c yang di konsumsi maka semakin sedikit garis-garis yang muncul di kulit
 Telur
          Telur mengandung zat Lutein dan Zeaxanthin,yang berfungsi untuk mencegah kerusakan kulit akibat sinar Ultraviolet. Di samping itu telur juga dapat membuat kulit lebih lembut,tegang dan lembap.
Soya
          Soya adalah makanan yang kaya akan Isofl Avon Soya yang lazim di sebut dengan Aglycone seperti tempe. Sebuah penelitian mengatakan bahwa kedutan halus dan ketegangan kulit akan meningkat apabila perempuan berusia di atas 30 sampai 40 tahun. Oleh sebab itu perbanyak konsumsi soya setiap hari.
Selain mengkonsumsi buah dan sayuran kamu juga harus melakukan treatment-treatment khusus yang wajib dilakukan untuk memaksimalkan kualitas kulit kamu. Dan bahan-bahannya juga masih alami kok! Jadi gak perlu khawatir dan dijamin aman deh!  *kok  kayak mau jual obat ya? O.oa*
Jeruk Nipis
 
Rasa jeruk nipis yang masam bisa membantu membersihkan nikotin yang terdapat pada gigi dan mulut orang yang suka merokok. Di Indonesia jeruk nipis sering dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai macam penyakit seperti disentri, sembelit, ambeien, haid tak teratur, difteri, jerawat, kepala pusing atau vertigo, suara serak, batuk, bau badan, menambah nafsu makan, mencegah rambut rontok, ketombe, flu, demam, terlalu gemuk, amandel, penyakit anyang-anyangan (kencing terasa sakit), mimisan, dan radang hidung. Menggunakan jeruk nipis ini ada dua cara. Pertama dengan cara mengkonsumsinya. Karena dengan mengkonsumsi jeruk, kandungan vitamin C yang diserap oleh tubuh akan lebih maksimal. Kedua, menggunakan jeruk nipis dari luar dengan mengusapkan potongan jeruk nipis pada wajah dan kulit bagian tubuh yang dinginkan secara rutin setiap hari
Bengkoang dan Kubis
Gunakanlah sari bengkoang atau sari kubis untuk menghaluskan kulit maupun memutihkan kulit wajah anda, caranya sangatlah mudah: Rebus kubis dalam air kemudian disaring dan gunakan airnya untuk mencuci wajah Anda. Ini bisa membuat kulit wajah menjadi tutih dan halus.
  
Yoghurt
               
Untuk menambah warna cerah dan berseri dunakan yoghurt dengan air mentimun dan oleskan juga pada wajah anda lalu bilaslah dengan handuk bersih sampai bersih dan kering.
Santan
Beberapa bahan lainnya adalah santan kelapa yang berguna untuk memutihkan kulit, biasanya di buat luluran. Caranya gunakan setengah cangkir santan untuk dipakai ke wajah dan tubuh secara menyeluruh.
  
 Madu dan Jus Tomat
Cara lainnya gunakan satu sendok teh madu dengan satu sendok teh jus tomat. Biarkan pada wajah atau tubuh selama 10 menit, kemudian cuci dengan air biasa dan kemudian diamkan 30 menit didalam rumah jangan sampai kena panas matahari dulu.
Air Kelapa dan Jus Nanas
Tips untuk mengatasi kulit kusam dan banyak pixel kulit yang rusak atau mati, gunakanlah air kelapa dan jus nanas. tambahkan multani mitti dan pakaikan ke wajah dan tubuh. Jangan digosok terlalu keras, cucilah dengan es batu atau air dingin sampai bersih dan lihat hasilnya sekitar 1jam kemudian, apakah kulit mati anda telah berkurang?.ulangi beberapa kali untuk perawatan kulit putih dan bersinar ini.
Air Beras
Untuk mendapatkan kulit putih mulus ala wanita jepang, anda hanya membutuhkan beras ketan yang telah dicuci bersih dan sudah ditiriskan. Tujuannya agar menghilangkan kotoran yang ada didalam beras ketan itu.  Setalah ditiriskan, masukkan beras kedalam wadah kantong yang terbuat dari kain satin atau kain katun. Setelah beras dimasukkan secara rapi di dalam wadah kain, tumbuk perlahan lahan beras tersebut sampai halus, namun tidak merusak wadah kain katun atau satinnya. Kemudian celupkan kantong berisi beras yang sudah ditumbuk ke dalam air hangat dan diamkan beberapa menit hingga berubah seperti air susu. Lalu usapkan kantong berisi beras secara merata kedalam tubuh dan diamkan beberapa saat. Setelah itu, kemudian bilas hingga bersih, dan dilakukan secara rutin, dan dipastikan anda akan mendapatkan kulit putih mulus.

Selamat Mencoba semoga berhasil…. kalau berhasil jangan lupa sama ane ya!

3 Alasan mengapa pendidikan penting untuk pengembangan bisnis anda

3 Alasan mengapa pendidikan penting untuk pengembangan bisnis anda

Banyak sekali teman saya yang ketika awal dulu masuk kuliah bersama, namun ketika bisnisnya sudah menghasilkan, dia pun meninggalkan bangku kuliahnya. Alasannya sederhana, dia ingin fokus ke dalam bisnisnya yang lebih menghasilkan. Akhirnya dia pun drop out dari kuliahnya. Setujukah Anda bahwa tingkat pendidikan dan kesuksesan itu tidak saling terkait satu sama lain? Anda boleh setuju, namun saya tidak. Berikut adalah 3 alasan mengapa pendidikan penting untuk pengembangan bisnis Anda.

Jujur saya suka gemas melihat orang yang melakukan pembenaran akan sebuah kemalasan. Sebenarnya, orang yang berkata seperti di atas adalah orang yang cenderung malas untuk kuliah, malas untuk belajar, namun mencoba mencari pembenaran. Saya pribadi tidak sepakat dengan pendapat itu. Saya justru mendapat banyak sekali pencerahan bahwa memang pendidikan itu penting bagi pengembangan usaha kita.

Pertama, coba pikirkan sekali lagi bahwa jika tujuan Anda kuliah untuk mencari uang semata, maka Anda salah. Pola pikir inilah yang seringkali membuat pendidikan di mata kita menjadi sangat rendah martabatnya. Jika tujuan kita kuliah adalah agar bisa kerja, saya pun setuju bahwa tidak usah kuliah pun sebenarnya kita bisa mendapat uang. Namun, justru dengan kuliah itulah tidak hanya kita mendapat uang, tetapi juga kita bisa mendapatkan nilai tambah. Ya, orang berpendidikan memiliki nilai tambah yang lebih daripada orang biasa. Dengan nilai tambah, sudah pasti kita lebih bisa mendapatkan uang lebih besar, namun jika kita hanya sekedar mencari uang, belum tentu hal tersebut karena kita memiliki nilai tambah. Jadi jika ada orang yang bilang, orang DO aja bisa sukses kok. Maka saya akan menimpali, “yang DO aja sukses besar, gimana yang lulus dengan baik?” Ya kan?

Kedua, coba kita memandang bisnis yang kita bangun lima hingga sepuluh tahun ke depan. Apa yang Anda pikirkan? Ya, benar. Persaingan yang membuat Anda menghadapi bukan hanya orang di negeri sendiri, namun juga orang-orang asing lainnnya. Bayangkan, apa yang terjadi jika pendidikan kita hanya ala kadarnya? Bagaimana jika hingga saat ini kita masih grogi dan minder untuk berbicara dengan bahasa asing? Mungkin saat ini kita merasa menang tanpa adanya persaingan berarti, namun pernahkah Anda memiliki kompetitor dari luar negeri? Saya pernah merasakannya, dari Singapura dan itu cukup membuat saya untuk berkesimpulan bahwa pendidikan penting adanya.

Ketiga, bisnis di masa lalu, sekarang, dan yang akan datang adalah tentang kepercayaan. Bisnis adalah trust. Coba kita lihat dari sudut pandang orang luar. Saat ini begitu banyak sekali pilihan di mana kita bisa menjalin kerjasama dengan berbagai macam orang. Jika boleh memilih, mana yang akan Anda pilih: bekerjasama dengan orang yang terbaik di bidangnya, atau bekerjasama dengan orang yang hanya berani membuka bisnis? Saya memilih yang pertama. Umumnya, orang yang terbaik di bidangnya menempuh berbagai tempaan pendidikan dibandingkan dengan orang biasa. Seandainya saya mengajukan kerjasama, saya pun lebih confidence alias PD karena saya beserta seluruh jajaran staf dan manajemen adalah educated people, orang-orang terbaik, yang siap bekerjasama untuk memajukan bisnis satu sama lain.

Satu hal yang umumnya menghambat orang berpendidikan tinggi untuk sukses besar hanyalah karena mereka lebih suka memilih jalur aman dan tidak mau mengambil resiko terlalu besar. Terlalu banyak berpikir daripada bertindak. Namun saya bersyukur karena saat ini banyak sekali teman-teman saya yang sudah aktif membuka usaha dan action sejak masih mahasiswa dengan tetap berpegang teguh untuk berprestasi dan bangga dengan status mahasiswanya. Inilah yang saat ini sedang saya perjuangkan dengan membuat konsep studentpreneur dan membentuk komunitas TDA Kampus dengan visi menjad mahasiswa berprestasi yang memiliki bisnis level tinggi.

 

OBSERVASI INOVASI PENDIDIKAN

HASIL OBSERVASI DI PONDOK PESANTREN MODERN ISLAM ASSALAAM SURAKARTA

Tugas ini disusun guna memenuhi mata kuliah ”Inovasi Pendidikan”

Dosen Pengampu : Drs. Nur Chusni, SE, M.Ag.

Disusun oleh :

EMIATI

A 210090046

PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI

FAKULTAS KEGURUAN DAN  ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2012

A.        PROFIL

1.         Sejarah

Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam, biasa disingkat dengan PPMI Assalaam adalah lembaga pendidikan Islam swasta yang didirikan oleh Yayasan Majelis Pengajian Islam Surakarta (MPI) yang didirikan oleh Bapak H. Abdullah Marzuki (alm) dan Ibu Hj. Siti Aminah Abdullah.

PPMI Assalaam berdiri pada tanggal 17 Syawal 1402 H bertepatan dengan tanggal 7 Agustus 1982 M, berlokasi di Jalan Yosodipuro No. 56 Punggawan Surakarta menempati tanah seluas 2.845 m, wakaf dari keluarga Bapak H. Abdullah Marzuki (alm) dan Ibu Hj. Siti Aminah Abdullah, pemilik percetakan PT. Tiga Serangkai Solo.

Sebelum PPMI Assalaam beridir kegiatan pedndidikan yang dilakukan adalah kegiatan Madrasah Diniyyah Awaliyah (MDA), kemudian atas tuntutan masyarakat YMPI mendirikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dengan sistem asrama yang merupakan cikal bakal berdirinya Pondok Modern yang waktu itu diberi nama Pondok Pesantren Punggawan, meminjam nama desa dimana kegiatan pendidikan dipusatkan.

Pada tanggal 20 Juli 1985 nama Assalaam secara resmi digunakan, serta sekaligus menandai awal mula digunakannya kampus baru di desa Pabelan Kartasura Sukoharjo diatas areal tanah wakaf seluas 5,6 Ha dari keluarga Bapak H. Abdullah Marzuki (alm) dan Ibu Hj. Siti Aminah Abdullah.Bangunan yang terdapat pada saat itu terdiri dari ruang kelas, gedung olah raga (GOR), asrama santri, perumahan guru dan pengasuh, dapur dll. Bersamaan dengan itu pula didirikan Madrasah Aliyah (MA) sebagai kelanjutan dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) Assalaam, serta sebagai jawaban dari tuntutan masyarakat terhadap PPMI Assalaam.

Pada tahun 1986/1987 didirikan Madrasah Takhasush sebuah kelas persiapan untuk calon santri yang akan melanjutkan ke MA Assalaam yang berasal dari SLTP umum diluar Assalaam. Pada tahun 1988/1989 didirikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Assalaam dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengikuti perkembangan pendidikan yang terjadi diluar Assalaam. Memasuki tahun pelajaran 2005/2006, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di idirikan. yang mengambil program keahlian Komputer dan Jaringan dan Persiapan Grafika. SMK bermaksud untuk mencetak tenaga profesional dengan tetap berwawasan pada nilai-nilai Keislaman.

Pada perkembangan lebih lanjut Yayasan MPI Surakarta yang diketuai oleh Ibu Hj. SIti Aminah Abdullah memperluas areal pondok dengan membeli tanah di desa Gonilan Kartasura seluas 38.600 m. Areal ini sekarang telah dikembangkan sehingga sudah berdiri bangunan kelas 3 lantai untuk belajar, Lapangan Olah Raga serta perumahan guru dan pengasuh. Dengan demikian sekarang ini PPMI Assalaam menempati areal seluas kurang lebih 10 hektar dengan berbagai fasilitas pendukung yang lengkap dan modern.

Di usianya yang ke-29 pada tahun 2011, PPMI Assalaam telah mencetak ribuan alumni yang tersebar di seluruh Indonesia dan berbagai negara di dunia. Para alumni Assalaam ini terwadahi dalam sebuah organisasi yang bernama IKMAS (Ikatan Keluarga Ma’had Assalaam Surakarta) dan telah berperan aktif diberbagai bidang dalam kehidupan masyarakat dan Negara.

2.         Visi dan Misi

Visi

Terwujudnya insan yang memiliki keseimbangan Spiritual, Intelektual, dan Moral menuju generasi ulul albab yang berkomitmen tinggi terhadap kemaslahatan Umat dengan berlandaskan pengabdian kepada Allah SWT.

Misi
Menyelenggarakan proses pendidikan Islamyang berorientasi pada mutu, berdaya saing tinggi, dan berbasis pada sikap Spiritual, Inetelektual dan Moral guna mewujudkan kader umat yang menjadi rahmatan lil alamin (QS. 9 :122)

Mengembangkan pola kerja pondok pesantren dengan berbasis pada manajemen profesional yang Islami guna menciptakan suasana kehidupan di lingkungan pondok yang tertib, aman dan damai. (QS. 56: 26, QS 9:105, QS 67:2)

Meningkatkan citra positiflembaga pendidikan Pondok Pesantren yang berwawasan sains dan tehnologi Informasi serta berbudaya modern yang Islami. (QS. 39:18)

Tujuan
Tercapainya manusia yang berilmu dan bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia dan mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan bermasyarakat yang plural berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah

Motto
Keseimbangan Spiritual, Intelektual dan Moral

Prinsip Lembaga
PPMI Assalaam berdiri diatas dan untuk semua golongan

Panca Jiwa Pondok
Kesederhanaan
Keikhlasan
Kemandirian
Ukhuwah Islamiyah
Berpikir Bebas

 

 

Kubah

 

Kitab

 

Segitiga Hijau

 

Lambang Spiritual

SQ (Spiritual Quotient)

Lambang Intelectual, Keilmuan dan Teknologi

IQ (Intelectual Quotient)

Lambang Moral, Akhlaqul karimah

EQ (Emotional Quotient)

 3.        Lambang Pondok

           

Kubah
Kubah Masjid adalah lambang spiritual, diharapkan para santri lulusan Assalaam memiliki aqidah Shahihah yang mantap, sehingga dimanapun berada mereka tidak akan mudah terpengaruh oleh budaya negatif dalam pergaulan sehari-hari dengan konsisten dan istiqomah mempertahankan jati diri sebagai seorang santri.

Kitab
Kitab merupakan ciri intelektual, disamping aqidah yang mantap, santri Assalaam nanti diharapkan juga berilmu pengetahuan yang luas, baik ilmu-ilmu diniyah maupun ilmu-ilmu alamiyah dan teknologi serta ilmu sosial yang lain. Santri lulusan Assalaam dengan bekal Aiqdah yang memadai diharapkan dapat melanjutkan studi di perguruan tinggi umum dan agama dalam maupun luar negeri agar kelak di kemudian hari menjadi tauladan yang baik (ulul albab)

Segitiga Hijau
Segitiga hijau merupakan lambang Akhlaqul karimah (Moral Islam). Alumni Assalaam sebagai generasi Rabbani yang taat beribadah (spirtual mantap), cerdas dan berilmu pengetahuan yang luas (intelektual tinggi) dan tidak meninggalkan suri tauladan / uswatun hasanah dari junjungan Nabi Muhammad SAW

4.         Pimpinan Pesantren

Pejabat Struktural
Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam
Masa Bhakti 2010 – 2013

Drs. H. Ma’ruf Rohmat Mudir Ma’had Muslim Ridlo, S.Sos Kasub Kepengasuhan
Kadarusman, M.Ag Wakil Mudir I Drs. H.M. Basith Kasub Asrama I
Arkanudin Budianto, ST Wakil Mudir II Drs. M. Dawam Kasub Asrama II
AR. Sugeng Riyadi,S.Pd Sekretaris Pondok Wulan Pintoko, B.Ed Kasub Asrama III
Drs. Ahmad Zainul Arifin Kasub Litbang M. Nur Khofiq Kasub Asrama IV
Ahmadi Amin Kasub Administrasi Kantor Yanik Khizanatul KH,S.Ag Kepala Bagian Kesantrian
Suprayogi, SE Kasub Humas Trimah Suciati, S. Ag Kasub Asrama III
Bambang Arif Rahman, MA Kepala SMA Umi Alfiyah Kepala TU
Syamhadi Kepala TU SMA Ummu Hamidah, S.Pdi Kasub Asrama IV
M. Sholeh Pratono, S. Si Wakasek Kurikulum SMA Drs. H. Abdul Malik Kepala Bagian SDM
Qomaruddin Wakasek Kesiswaan SMA Drs. Joko Pramono Kasub Personalia
Sigit Raharja, S. Si Kepala MTs Sular Badaruddin, S.Pd Kasub Pelatihan
Ali Kasim Kepala TU MTs Drs. Shodiq Anwar Kepala Bagian TI
Edy Suprapto, S. Ag Wakasek Kurikulum MTs Syaifuddin Haryoko, SE Kasubag Perpustakaan
Nur Cholis MR Wakasek Kesiswaan MTs Pa Muhamad Chowwy, S. Ag Kasub Sistem Infomasi
Siti Ruwiyati, S. Ag Wakasek Kesiswaan MTs Pi Aris Hanafiyah, ST Kasub Laboratorium
Basyi Mujahid, M.Ag Kepala MA Drs. Hartanto Kepala Bagian Keuangan
Zaenal Kepala TU MA Tri Nur Bhakti Kasub Administrasi KU
Arif Rifai, S. Si Wakasek Kurikulum MA Purwanto, SE Kasub Akuntansi
M. Ghofar Nawawi, S.Pd Wakasek Kesiswaan MA Farid Akbar, S.Ag Kepala Bagian Resto
Drs. M. Rohimullah,M.Pd Kepala SMK Irfai Wakil Kepala Resto
Suluri Kepala TU SMK H. Mas’udi Kepala Bagian Umum
Aminudin Noor, S.Si Wakasek Kurikulum SMK Iskandar Zulkarnaen Kasub Sarana Prasarana
Rosyad Nur Ilyas, Lc Wakasek Kesiswaan SMK Gunawan Kasub K3 dan Keamanan
Trisnojoyo Khotob, S.Ag Kepala Bagian Kesantrian H. Sukarno, M.Pd Majlis Penjamin Mutu
Sukamdi Kepala TU H. M. Farhan, S.Ag Wakil Majlis
H. Nasihin Taqwad, S.Ag Kasub Bahasa    

 

 

 

5.         Hymne dan Mars


Mars Assalaam
2/4 Bersemangat
Lagu Dan Syair : Hm. Mashadi Ma, Drs. Prawoto Ms

Assalaam, Assalaam, Assalaam
Tempat Berlatih dan Menuntut Ilmu

Siapkan diri Teguhkan Iman
Untuk Masa Depan

Ikhlas Bhakti Amal Ibadah
Menuju Ridlo Allah

Kami Putra Putri Assalaam Tercinta
Selalu Patuh Aturannya

Displin membaja Pantang Putus Asa
Maju Pondok Assalaam Kita
Maju Pondok Assalaam Kita

Hymne Assalaam
3/4 Pelan Penuh Perasaan
Lagu Dan Syair : Hm. Mashadi Am

Kami Santri Pondok Assalaam
Berjanji Pada Diri
Taqwa Pada Illahi
Patuh Pada Semua Ustadz Kami

Selalu Ingat Fatwa Serta Nasehat
Keteledanan Mulia Budi Nan Tinggi Dan Bijaksana

Ya Allah Malikul Mulki
Ya Rohman Ya Rokhim
Sinarilah Hati Kami Dengan Hidayah
Serta Ridlomu


 

B.        PENDIDIKAN

1.         Pendidikan dan Pengajaran

Pendidikan dan pengajaran di PPMI Assalaam dibagi menjadi dua unit yaitu pendidikan formal (MTS, MA, SMA, SMK dan TKS) dan pendidikan kesantrian. Pendidikan formal terangkum dalam struktur mata pelajaran sekolah yang dilaksanakan pada kegiatan belajar mengajar pagi hari. Kajian tentang standar mutu dan profil pendidikan telah di kaji dalam Workshop Pendidikan pada hari Ahad, 14 Maret 2010. Dalam wokrshop ini  telah merumuskan standar umum dan profil lembaga pendidikan berjenjang waktu tiga tahun.

Kurikulum pendidikan dan pengajaran di pondok merupakan standar mutu yang menjiwai kurikulum pendidikan dan pengajaran di unit kesantrian dan sekolah formal. Di tingkat pondok ditentukan profil kelulusan, kategori lulusan, struktur mata pelajaran, ujian akhir pondok dan kegiatan santri 24 jam.

1.) Profil Lulusan

Spiritual dengan indikator memiliki aqidah salimah, mampu menghafal minimal 3 juz (juz 30, 1 dan 2), mampu berpidato dalam tiga bahasa, mampu menjadi imam dan khotib dan mampu mendirikan ibadah wajib dan sunnah

Intelektual memiliki rata-rata nilai murni Ujian Akhir Pondok minimal 6, mampu berkomunikasi dalam bahasa arab dan inggris, mampu menulis karya tulis/paper berbahasa asing dan menguasai aplikasi komputer dan internet

Moral memiliki suluk jayyid, memiliki jiwa kepemimpinan, memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan mampu mengabdikan kepada masyarakat

2.) Kategori Lulusan

Profil lulusan tersebut diatas diturunkan lagi menjadi standar kelulusan yang dibagi menjadi dua kategori yaitu lulus syahadah dan lulus tashdiq. Kriteria kelulusan tersebut adalah sebagai berikut :


a. Lulus Tashdiq

1. Mengikuti seluruh rangkaian Ujian Akhir
2. Hafal Juz 30 dan Juz 1-2 dari Al-Quran
3. Rata-rata Nilai Murni Ujian Akhir Pondok minimal 6,00
4. Nilai Baca Al-Quran minimal 7
5. Nilai Pidato minimal 6
6. Hafal Hadist Arbain minimal 20 Hadis
7. Membuat Karya Tulis dalam bahasa asing
8. Memiliki Suluk Jayyid

b. Lulus Syahadah

1. Mengikuti seluruh rangkaian Ujian Akhir
2. Hafal Juz 30 dan Juz 1-4 dari Al-Quran (5 Juz)
3. Rata-rata Nilai Murni Ujian Akhir Pondok minimal 8,00
4. Nilai Baca Al-Quran minimal 8
5. Nilai Pidato minimal 7
6. Hafal Seluruh Hadist Arabin
7. Nilai Karya Tulis bahasa asing minimal 8
8. Memiliki Suluk Jayyid

 

Pada kenaikan kelas diberlakukan kriteria sebagai berikut :

1. Nilai Bahasa Arab minimal 6
2. Nilai Tartil Al-Quran rata2 7.00
3. Hafal Al-Quran 1/2 JUz per tahun ditambahkan per tahun (3 Juz untuk 6 tahun)
4. Nilai dibawah KKM tidak lebih dari tiga mata pelajaran
5. Memiliki Suluk Jayyid
6. Memiliki TOEFL 350 (bagi kelas V ke kelas VI)

2.         Kurikulum MTs.

STRUKTUR MATA PELAJARAN MTS
NO MATA PELAJARAN

PROGRAM LAYANAN KHUSUS

REGULER

AKSELERASI

VII

VIII

IX

SMT 1/2

SMT 3/4

SMT 5/6

INT

INT

INT

VII

VIII

IX

PENDIDIKAN AGAMA

1

Quran Hadis

1

1

1

1

1

1

1

1

1

2

Aqidah Akhlak

1

1

1

1

1

1

1

1

2

3

Fiqih

2

1

1

2

2

2

2

2

2

4

SKI

1

1

1

1

1

1

1

2

2

5

Bahasa Arab

2

1

1

PENDIDIKAN UMUM

6

IPS

3

3

3

3

3

3

4

4

4

7

PPKN

1

1

1

1

1

1

1

1

1

8

Bahasa Indonesia

3

4

5

4

4

4

4

4

4

9

IPA

5

6

6

5

7

5

5

5

6

10

Matematika

6

7

7

6

8

7

5

6

7

11

Bahasa Inggris

4

4

5

4

4

5

4

4

4

12

Pendidikan Seni

1

1

1

1

1

13

TIK/Komputer

2

2

2

2

2

2

2

2

2

PENDIDIKAN KEPONDOKAN

14

Durusul lughoh

6

4

2

6

2

4

6

3

2

15

Mutholaah

2

2

2

2

2

2

2

2

2

16

Mahfudzhot

1

1

1

1

1

1

17

Nahwu

2

2

2

2

2

2

18

Shorof

2

2

2

2

2

2

19

Conversation

2

2

2

2

2

2

2

20

Composition

2

2

21

Qiroatul Quran

2

2

2

22

Tahfidzul Quran

2

2

2

1

1

1

1

1

1

23

Insya

1

1

2

2

1

1

24

Khot

1

1

1

25

Imla

2

2

2

1

JUMLAH MATA PELAJARAN

20

20

19

20

19

19

20

21

19

JUMLAH JAM

48

48

48

48

48

48

48

48

48

 

3.         Kurikulum MA.

STRUKTUR MATA PELAJARAN MADRASAH ALIYAH
No

MATA PELAJARAN

KELAS

X

XI IPA

XI IPS XII IPA XII IPS

1

AlQuran Hadis

1

1

1

1

1

2

Aqidah

2

2

2

2

2

3

Fiqih

2

2

2

2

2

4

SKI

1

1

5

PPKN

1

1

1

1

1

6

Bahasa Indonesia

3

3

3

3

3

7

Bahasa Arab / Tamrinat

4

4

4

4

4

8

Bahasa Inggris

4

4

4

4

6

9

Matematika

6

6

6

6

6

10

Fisika

4

6

6

11

Biologi

3

4

5

12

Kimia

3

4

4

13

Sejarah

1

1

2

1

2

14

Geografi

1

3

3

15

Ekonomi

2

6

6

16

Sosiologi

1

4

4

17

TIK

2

2

2

2

2

18

Ulumul Quran

1

1

1

19

Ulumul Hadis

1

1

1

20

Aklahk

1

1

1

1

1

21

Tahfdizul Quran

1

1

1

1

1

22

Tarikh Islam

1

1

1

1

1

23

Ushul Fiqih

1

1

1

1

1

24

Nahwu

2

2

2

2

2

JUMLAH JAM

48

48

48

48

48

 

4.         Kurikulum SMA

STRUKTUR MATA PELAJARAN SEKOLAH MENENGAH ATAS

No

MATA PELAJARAN

KELAS X

KELAS XI

KELAS XII

X

X Aks

XI IPA

XI Aks

XII IPA

XII Aks

1

Lughoh Arabiyah

6

4

4

4

4

3

2

Lughoh Injliziah

4

4

4

2

2

2

3

Aqidah

1

1

1

1

2

1

4

Akhlak

1

1

1

1

1

1

5

Tahfidz

1

1

1

1

1

1

6

Fiqih

2

1

2

1

2

1

7

Tarikh Islam

1

1

1

1

1

1

8

PPKN

1

1

1

1

2

1

9

Bahasa Indonesia

4

4

4

4

4

5

10

Bahasa Inggris

4

5

4

5

5

5

11

Matematika

4

6

6

6

6

7

12

Fisika

3

4

5

6

5

6

13

Biologi

3

4

5

5

5

6

14

Kimia

3

4

5

6

5

6

15

Sejarah

1

1

1

1

1

1

16

Geografi

2

1

17

Ekonomi

2

1

18

Sosiologi

2

1

19

TIK

2

2

2

2

2

20

Konseling

1

1

1

1

1

21

Seni Budaya

22

Pend Jasmani

JUMLAH JAM

48

48

48

48

48

48

 


5.         Kurikulum SMK

STRUKTUR MATA PELAJARAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

No

MATA PELAJARAN

KELAS

X

XI

XII

1

Aqidah

1

1

1

2

Akhlak

1

1

1

3

Fiqih

2

2

2

4

Tahfidz

1

1

1

5

Tarikh Islam

1

1

1

6

Bahasa Arab

6

5

4

7

PPKN

2

2

2

8

IPS

2

2

2

9

Bahasa Indonesia

2

2

2

10

Kimia

1

1

1

11

Matematika

4

5

5

12

Bahasa Inggris

4

5

5

13

Fisika

2

3

3

14

Elektronika Digital

1

15

IPA

2

2

2

16

Kewirausahaan

2

2

2

17

TKJ

11

12

13

18

KKPI

2

19

Seni Budaya

1

1

1

JUMLAH JAM

48

48

48

 

 

 

 

 

6.         Kurikulum TKs.

STRUKTUR MATA PELAJARAN TKS

No

MATA PELAJARAN

SEMESTER

I

II

1

Aqidah

2

2

2

Akhlak

1

1

3

Tafsir

1

1

4

Hadis

2

2

5

Fiqih

2

2

6

Siroh Nabawiyah

1

1

7

Qiroaah

2

2

8

Tahfidzul Quran

2

2

9

Tajwid

2

2

10

Muhadatsah

2

2

11

Bahasa Arab / Tamrinat

12

6

12

Nahwu

4

13

Sharaf

2

14

Mutholaah

2

2

15

Insya

2

2

16

Imla

2

2

17

Khat

2

2

18

Mahfudzat

2

2

19

Conversation

2

2

20

Inggris

3

3

21

Matematika

2

2

22

Komputer

2

2

JUMLAH JAM

48

48

 


 

7.         Pendidikan Kesantrian

Selain pendidikan formal, di PPMI Assalaam juga terdapat pendidikan kesantrian yang memiliki jadwal dan struktur kurikulum tersendiri. Kegiatan kesantrian menjadi jantung kehidupan di pesantren karena meliputi pelaksanaan kegiatan selama 24 jam. Diantara stktur kegiatan yang ada di kesantrian yaitu


a. Struktur Kegiatan Wajib

1. Sholat berjamaah lima waktu
2. Qiroatul Quran
3. Tahfidz Quran
4. Kajian Keislaman
5. Kepanduan
6. Muhadlaroh
7. Tazwidul MUfrodat
8. Muhadatsah
9. Halaqah Hujroh
10. Kepemimpinan
11. Olah Raga

 

 

b. Struktur Kegiatan Pilihan

1. Basket Ball
2. Bulutangkis
3. Volly Ball
4. Tenis Meja
5. Renang
6. INKAI
7. Tapak Suci
8. Teater
9. Nasyid
10. Kaligrafi
11. Melukis
12. Paduan Suara
13. Seni Baca AlQuran
14. CASA
15. Triple I
16. Drum Band


Program Layanan Pendidikan Kesantrian Putra dan Putri

Program layanan pendidikan (PLP) kesantrian putra dan putri adalah Kuliyyatul Tahfidzul Quran (KTQ). Adalah sistem penyelenggaraan program layanan tahfidz Al-Quran kepada santri dalam rangka meningkatkan kemampuan membaca dan menghafalkan Al-Quran. Materi pendiidkan KTQ diantaranya :

 

a. Tartil Qiroatil / MUrojaah Al-Quran
b. Tahfidz Al-Quran
c. Dirosat Kitab Tafsir
d. Dirosat Kitab Al Hadist
e. Tanmiyah Syakhsyiyah An Nafs
f. Akhbar Ma’alim Islami
g. Dirosah as-Suyukh wal Huffadz

 

 

Metode Pembelajaran yang digunakan adalah :

1. Tashih Qiroah Al-Quran
2. Setoran dan MUrojaah
3. Mudarosah model ini di ikuti oleh 3 orang, satu membaca bil ghoib dan dua mendengarkan
4. Semaan metode membaca bersama
5. Menunjuk asisten penyima’ tahfidz untuk menyima’ santri shighor

C.        POLA HIDUP

1.         Kedisiplinan

Disiplin berkaitan erat dengan waktu. Pendidikan di PPMI Assalaam membutuhkan disiplin yang ketat, sebab pendidikan model boarding school lebih padat kegiatannya dan lebih banyak kewajiban yang harus dikerjakan. Santri yang tinggal di PPMI Assalaam jauh dari orang tua. Peran orang tua ini digantikan oleh para ustadz sekaligus sebagai muallim (Pengajar). Di PPMI Assalaam pedoman kedisplinan santri telah diatur dengan sangat jelas dalam TATA TERTIB DASAR (TIBSAR). TIBSAR memuat seluruh aspek kehidupan santri di PPMI Assalaam yang berhubungan dengan ibadah, belajar, pakaian, adab sopan santun, keamanan, kesehatan, keuangan dan sanksi. Diantaranya kedisplinan yang ditanamkan di PPMI Assalaam adalah :

 

a. Disiplin Ibadah
b. Disiplin Akhlaqul Karimah
c. Disiplin Pendidikan dan Pengajaran
d. Disiplin Berorganisasi
e. Disiplin Bahasa Resmi
f. Disiplin Keamanan dan Ketertiban lingkungan
g. Disiplin Hidup Sehat
h. Disiplin Hidup di Asrama
i. Disiplin Mengelola Keuangan


 

2.         Kepemimpinan

Jiwa kepemimpinan sangat penting bagi santri, sebab santri di pesantren memang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin umat di masa yang akan datang. Kegiatan kepemimpinan di PPMI Assalaam melekat pada kegiatan-kegiatan santri yang bersifat berjenjang. Kegiatan santri didalamnya ada unsur pembelajaran kepemimpinan diantaranya sebagai berikut :

 

a. Organisasi Kelas, Kamar dan Asrama
b. Organisasi Klub-Klub dan Kelompok Kajian
c. Organisasi Kegiatan Muhadloroh (Latihan Pidato)

d. Organisasi Kegiatan Kepanduan Islam (Pramuka)
e. Organisasi Konsulat
f. Organisasi Kegiatan Khusus (Kepanitiaan)
g. Organisasi Penerbitan Karnisa
h. Organisasi Pelajar (OPPPMIA)

 

 

D.        FASILITAS

1.         AMC (Assalaam Medical Center)

Assalaam Medical Care adalah layanan unit kesehatan santri yang merupakan amal usaha Yayasan MPI Surakarta yang di khususkan berkhidmat untuk pelayanan kesehatan santri maupun masyarakat umum dan keluarga besar PPMI Assalaam. AMC melayani praktek dokter umum, poli kesehatan gigi, fisioterapi, klinik psikologi, poli mata dan poli kulit dan kecantikan. AMC juga melayani kegiatan bhakti sosial diantaranya donor darah, general check up maupun khitan massal.

2.         Assalaam Center

Assalaam Center adalah bangunan eks Gelora PPMI Assalaam. Gelora Assalaam direhab disisi muka dan belakang yang dimulai dikerjakan pada tahun 2007. Bagian depan Assalaam Center terdiri dari 4 lantai dengan ruangan lantai I terdiri dari kantor keuangan, Bank BPD dan Koperasi. Lantai II terdiri dari kantor guru putra dan guru putri. Lantai III terdiri dari Kantor Kepala MTs dan Tata Usaha, Kepala SMA dan Tata Usaha. Lantai IV terdiri dari Kantor Kepala MA dan Tata Usaha serta ruang TRRC (Teaching Reseouce Centre). Seluruh area perkantoran Assalaam Center ini sudah terhubung dengan jaringan Internet LAN maupun WIFI.

Sedangkan Assalaam Center bagian belakang terdiri dari 5 Lantai. Adapun lantai I terdiri dari Toko Koppontren putra dan Putri. Lantai II terdiri dari kantor OPPPMI Putra dan PUtri, Lantai III terdiri dari Kantor Kepala Kesantrian Putra dan Putri beserta ruang Tata Usaha dan Warnet. Lantai IV terdiri dari Laboratorium Multimedia dan Sains, Lantai V terdiri dari Dome / Anjungan Astronomi. Bagian tengah Gelora digunakan untuk ruang serba guna meting room, sarana olah raga dll.

3.         Aula Putri

Aula Putri PPMI Assalaam, bangunan baru di kompleks putri yang terdiri dari 2 lantai. Gedung Aula Putri di resmikan oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan MPIS Ibu Hj. SIti Aminah Abdullah pada tanggal 17 Maret 2010 bertepatan dengan tanggal 1 Rabiul Tsani 1431 H. Gedung Aula putri sebagai gedung multi fungsi untuk kegiatan santriwati maupun kegiatan pondok. Terdapat 2 ruang untuk perkantoran dan toilet dan tempat wudhu yang berada dibelakang.

4.         Kamar Santri

Tempat tinggal santri PPMI Assalaam terpisah putra dan putri. Sebagai pemisah bagian putra dan putri adalah gedung Assalaam Center dan gedung ruang makan dan perpustakaan. Kamar tinggal santri terdiri dari kamar besar dan kamar khusus. Untuk kamar putra terdiri dari Kamar Besar Putra (Kamsarta I, Kamsarta II dan Kamsarta III). Sedangkan kamar khusus putra yaitu Kapatra (Kamar empat Putra) dan Kagatra (Kamar Tiga Putra). Kamar besar putra maksimal untuk kapasitas 20 santri. Fasilitas yang disediakan kamsarta yaitu kipas dan almari (peralatan tidur diterima saat santri baru datang). Sedangkan fasilitas kamar khusus yaitu almari, kamar mandi didalam dan luar serta ranjang tempat tidur. Sedangkan untuk putri terdiri dari kamsatri I, Kamsartri II dan kamar khusus (kagatri dan kapatri).

Khusus santri baru wajib menempati kamsatra II berbaur dengan seluruh santri baru lainnya. Menginjak pada tahun ke-2 para santri diberikan pilihan ikut seleksi kamar khusus. Dalam penempatan kamar khusus para santri diberikan persyaratan antara lain nilai akademik minial 7,5 dan catatan suluk (akhlak) baik. Dan bagi yang diterima di kamar khusus para santri dikenakan biaya sekitar 300,000 untuk 1 tahun.

 

 

5.         Laboratorium Bahasa

Laboratorium Bahasa PPMI Assalaam terdapat 2 ruangan. Laboratorium Bahasa Multimedia Self Akses lengkap dengan komputer sebanyak 40 unit dan laboraotorium bahasa standar. Laboratorium bahasa digunakan sehari-hari untuk kegiatan pembelajaran bahasa arab maupun inggris dan kegiatan lainnya.

6.         Laboratorium Biologi

Laboratorium Biologi PPMI Assalaam berdiri di kompleks area putri. Laboratorium PPMI Assalaam berada satu gedung dengan laboratorium Fisika, Kimia dan sebagian Komputer. Laboratorium Biologi menjadi tempat kegiatan praktikum pelajaran biologi santri dan digunakan untuk berbagai macam kegiatan ekstrta ilmiah seperti kelompok Triple I. Seluruh ruangan laboratorium Biologi, Fisika dan Kimia terdapat koneksi internet WIFI.

7.         Laboratorium Komputer

Laboratorium Komputer PPMI Assalaam berada dibawah pengelolaan bagian Teknologi Informasi. Laboratorium komputer di PPMI Assalaam terdapat 4 ruangan dengan masing2 labotorium komputer terdiri dari 30 hingga 40 Pc. Laboratorium PPMI Assalaam semua sudah terkoneksi dengan jaringan internet LAN dan WIFI. Selain digunakan untuk kegiatan KBM mata pelajaran TIK, laboratorium komputer juga digunakan untuk berbagai macam kegiatan pelatihan maupun pendidikan kursus singkat dll.

8.        Lapangan Futsal

Lapangan Futsal PPMI Assalaam resmi digunakan pada tahun 2010. Lapangan Futsal PPMI Assalaam terdiri dari 4 lapangan yang berada di kompleks putra dalam kondisi ruangan terbuka. Lapangan futsal digunakan pada sore hari untuk kegiatan ekstra santri maupun pada hari-hari libur.

9.         Masjid Assalaam

Masjid Jami PPMI Assalaam adalah salah satu masjid kebanggaan para santri PPMI Assalaam. Sebelum dibangunnya masjid ini, pada tahun 1985 pertama kali PPMI Assalaam berada di desa pabelan sukoharjo pelaksanaan ibadah di laksanakan di Gedung Serba Guna (GELORA) PPMI Assalaam. Pada tahun 1990 pembangunan proyek masjid jami PPMI Assalaam dibangun. Alhamdulillah pada tahun 1993 Masjid Jami PPMI Assalaam selesai pembangunanya dan secara resmi digunakan sebagai tempat pelaksanaan ibadah para santri. Masjid Jami PPMI Assalaam terdiri dari 2 lantai yang mampu menampung lebih dari 5000 jamaah.

10.       Perpustakaan

Perpustakaan PPMI Assalaam berdiri dalam satu bangunan dengan ruang makan santri. Perpustakaan PPMI Assalaam menempati lantai II dengan daya tampung yang besar dan dapat digunakan untuk berbagai macam event kegiatan putra maupun putri. Gedung perpustakaan PPMI Assalaam terbagi menjadi ruang putra dan putri, tersedia ruang audio visual putra dan putri sekaligus ruang khusus referensi. Gedung Perpustakaan PPMI Assalam juga terkoneksi dengan jaringan internet LAN maupun WIFI yang berfungsi untuk memberikan layanan koneksi kepada para pengunjung. Gedung Perpustakaan PPMI memiliki ribuan koleksi bahasa baik indonesia, arab maupun inggris dan berbagai majalah. Sistem managemen pengelolaan perpustakaan sudah menggunakan sistem informasi yang bernama SIPRUS (Sistem Informasi Perpustakaan) sehingga semua katologisasi dilakukan dengan komputer.

11.       Ruang Belajar

Ruang belajar santri PPMI Assalaam atau kelas terdiri untuk seluruh unit MTS, SMA, MA, SMK dan TKS. Jumlah kelas yang ada di PPMI Assalaam total sekitar 82 kelas. Pada tahun 2012 ini PPMI Assalaam juga sedang proses pembangunan ruang belajar (kelas) di kompleks putri sebanyak 12 lokal kelas. Seluruh kelas di PPMI Assalaam dilengkapi dengan fasilitas AC dan LCD Proyektor dan koneksi internet. Rata2 kapasitas jumlah kelas di PPMI Assalaam menampung maksimal sebanyak 35 siswa.

12.       Ruang Makan

Ruang Makan santri PPMI Assalaam berada dalam satu gedung perpustakaan. Ruang makan santri menempati lantai I yang terdiri dari ruang makan putra dan putri. Ruang makan santri melayani kebutuhan makan santri 3 kali sehari maupun untuk keperluan konsumsi dan pelayanan santri bagi yang berpuasa sunnah. Siklus makan santri PPMI Assalaam dirancang dengan menu dan gizi yang seimbang dengan siklus variasi makan 3 macam setiap minggu. Diharapkan dengan siklus 3 jenis macam variasi setiap minggu para santri tidak bosan dengan sajian makan setiap harinya. Untuk memberikan kenyamanan selama makan maupun antri mengambil sajian, gedung ruang makan santri PPMI Assalaam dilengkapi dengan TV flat layar lebar 32 inch yang menanyangkan siaran edukatif maupun informatif agar tidak membosankan.

13.       Wisma Assalaam

Wisma Assalaam adalah amal usaha dibawah Yayasan  MPI Surakarta yang berkhidmat untuk memberikan kenyamanan tinggal dan menginap bagi para walisantri PPMI Assalaam. Gedung Wisma terdiri dari 2 lantai dengan 8 Kamar Family dan 2 kamar besar serta ruang auditorium, cafetaria dan tersedia juga akses internet hotspot. Gedung Wisma Assalaam diresmikan pada tanggal 10 Maret 2007 oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan MPI Surakarta. Selengkapnya tentang Wisma Assalaam dapat lihat di Website Wisma

 

 

 

 

E.        KEGIATAN

1.         Agenda Kegiatan

Jadwal Kegiatan Harian Santri

 

1. Jam 04.00 – 04.20   Bangun Tidur, persiapan shubuh dan sahur bagi yang puasa sunnah

2. Jam 04.20 – 05.00   Kegiatan mengaji, muhadatsah/tazwid lughoh

3. Jam 05.40 – 06.45   Makan, Khusus jumat lari pagi dan kebersihan umum

4. Jam 06.45 – 07.00    Tazwidul MUfrodat (penambahan kosa kata)

5. Jam 07.00 – 12.40    KBM Sekolah

6. Jam 12.40 – 13.50   Sholat Dhuhur berjamaah

7. Jam 13.15 – 14.00   Makan siang dilanjutkan istirahat siang

8. Jam 15.00 – 16.00    Sholat Ashar berjamaah di masjid

9. Jam 16.00 – 17.00   Kegiatan Ekstra Kurikuler

10. Jam 17.00 – 17.30  Mandi, Persiapan Sholat Magrib

11. Jam 18.00 – 18.30   Sholat Magrib berjamaah di Masjid

12. Jam 19.00 – 19.30  Sholat Isya Berjamaah di Masjid

13. Jam 19.45 – 20.30  Makan Malam

14. Jam 20.30 – 22.00  Belajar Di Kelas masing-masing

15. Jam 22.00 – 04.00  Istirahat Tidur Malam


 

 

2.         Kegiatan Ekstra Santri Ppmi Assalaam

Kegiatan Ekstra Santri PPMI Assalaam dibawah pengelolaan Bagian Kesantrian Putra dan Putri. Sebagai pelaksana kegiatan tersebut, pondok mengangkat dan melantik para santri menjadi pengurus OPPPMIA (Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam). Pengurus OPPPMIA dijabat oleh santri kelas V baik SMA, MA dan SMK yang berfungsi membantu pimpinan dalam rangka menegakkan kedisiplinan dan layanan bagi para santri. Bagian OPPPMIA mengelola berbagai unit kegiatan antara lain : Bagian Koordinator Pramuka, Bagian Pendidikan dan Pengajaran, Bagian Kesenian, Bagian Olah Raga, Bagian Keamanan dan Ketertiban, Bagian Kewirausahaan, Bagian Bahasa, Bagian Asrama, bagian Pelestraian Lingkungan dan Kesehatan, Bagian Unit Kegiatan Santri, Bagian Manajemen Organisasi, Bagian Takmir Masjid, Bagian IPTEK, Bagian Perpustakaan, Bagian Penerbitan, Bagian Penerangan. Dari pengurus bagian tersebut mereka menyelenggarakan berbagai kegiatan.

Kegiatan ekstra di PPMI Assalaam menjadi 2 bagian yaitu kegiatan ekstra wajib dan kegiatan ekstra pilihan. Diantara kegiatan ekstra tersebut adalah sebagai berikut :


Kegiatan Ekstra Kurikuler Wajib :

1. Muhadloroh (Latihan Berpidato 3 Bahasa untuk Putra Sabtu, Senin, Rabu setiap sore) sedangkan untuk putri setiap hari Rabu dan Kamis sore hari.

2. Halaqoh Hujroh (Putra Kamis Malam selepas sholat isya, Putri Selasa siang selepas sholat dhuhur) pelaksanaan di kamar masing2

3. Halaqoh Mantiqoh (Putra Hari Selasa setelah sholat subuh di Rayon masing2)

4. Kepramukaan (Putra Hari Kamis, Putri Hari Sabtu setiap sore hari)

5. Pengajian Keagamaan (Putra dan Putri setiap hari Sabtu, Ahad, Senin ba’da sholat magrib)

Kegiatan Ekstra Kurikuler pilihan :

1. Olah Raga (Karate, Inkai, Taekwondo, Tapak Suci, Sepakbola, Futsal, Bulu Tangkis, Basket, Renang,  Shark FEC)

2. Sanpala (Santri Pecinta Alam)

3. CASA (Club Astronomi Santri Assalaam)

4. Triple I (MIPA)

5. Kesenian (Vocal Grup, Nasyid, Band, Animax, FlashOn (Fotografi), Pianika, Graffiti, Kaligrafi)

6. Menjahit, Keputrian, Memasak / Tata Boga

7. Jurnalistik (Karnisa, DBA News, SMART, Matrik, Al-Qolam)


 

F.         MPP (MAJELIS PENDIDIKAN PESANTREN)

1.         Pengurus Pusat

Pengurus MPP Assalaam PPMI Assalaam
Pabelan Kartasura Sukoharjo Periode 2009 – 012

Dewan Pakar :

1. Prof. Dr. H. Usman Abu Bakar, MA  Alamat Perum Purwomartani No. 20 Sleman Yogyakarta
2. Drs. H. Nasichin, SH Alamat : Pondok Sawah Indah Blok 1/7 Ciputat Tangerang 15413
3. Drs. H. Munawir Yusuf, M.Psi Alamat : Jl. Angling Darma II No. 15 Penumping Solo

Pengurus Harian :

Ketua : Dr. H. Muslih Nashoha, MA Alamat : Jl. Gatot Subroto Kav. 72 (Belakang Aldiron Dirgantara) Jakarta Selatan
Wakil Ketua 1 : Prof. Dr. H.M. Ali Masyur, SH, Sp.N, M.Hum Alamat : Jl. Panda Dalam No. 32 Semarang 50199
Wakil Ketua 2 : Drs. Untung Endro Cahyono, MM Alamat : Jl. Marga Basuki No. 29 Sengkaling Malang
Sekretaris : Drs. H. Nadjih Bakar, M.Si Alamat : Jl. Pesantren 1320 Paciran Lamongan Jawa Timur
Wakil Sekretaris : H. Mujiburrohman, SE Alamat : Karangasem RT 01/RW07 Laweyan Surakarta
Bendahara : Drs. Sunardi Alamat : Candi Baru RT 01/11 Gonilan Kartasura Sukoharjo
Wakil Bendahara : Drs. H. Sumarno Alamat : Jl. Belitung Barat Gg Hikmah RT 31 No. 36 Banjarmasin Kalimantan Selatan

Bidang Pendidikan Dan Kesantrian
1. Trisnojoyo Khottob, S.Ag Alamat : PPMI Assalaam Surakarta
2. Drs. Supardi, MM Alamat : Dibal, Ngemplak, Boyolali

Bidang Organisasi dan Kelembagaan
1. H. Sukarno, M. Pd Alamat : PPMI Assalaam Surakarta
2. H. Nomy Khusnun, BSC Alamat : Griya Buaran Indah A 235 Jl. Bola Pekalongan

 

2.         Perwakilan Daerah

Majelis Pendidikan Pesantren (MPP)
Perwakilan Daerah Di Seluruh Indonesia

MPP (Majelis Pendidikan Pesantren) atau dahulu kala dikenal dengan nama BP3 adalah badan pembantu penyelenggara pendidikan PPMI Assalaam. MPP juga berfungsi menjadi mitra PPMI Assalaam dalam menyelenggarakan proses seleksi santri baru atau SIPENWARU di PPMI Assalaam. Walisantri atau calon wali santri dapat menghubungi perwakilan MPP yang ada di daerah seluruh Indonesia sebagaimana daftar yang tertera di bawah ini :

NO NAMA DAERAH TELEPON ALAMAT SURAT
1 H. BAMBANG SUPRAPTO, SE, MBA MEDAN 081275254752 JL. PURI HIJAU NO. 2 MEDAN
2 M. YUSUF SOPONYONO JABODETABEK 081319840655 UD KALIMANTAN JAYA. JL CIPUTAT RAYA NO 1 RT 05 /07 PONDOK PINANG KEBAYORAN LAMA JAKARTA SELATAN
3 H. ISHADIARTO BANDUNG 08122383869 JL.UJUNG BERUNG INDAH BLOK F NO. 9 RT.8 / RW. 11 UJUNG BERUNG BANDUNG 4011
4 PROF. DR. HM. ALI MANSYUR, SH, M.Hum SEMARANG 08164251204 JL . PANDA DALAM NO 32 SEMARANG 50199
5 Drs. SUPADI, MM BOYOLALI 081328135326 DIBAL RT. 02 / RW. 05 NGEMPLAK BOYOLALI
6 RH. IBNU ARLI, SH, M.Kn SURABAYA 08165419850 PERUM PURI MAS JL. TANAH LOT BLOK E 8 NO 14 Kel. GUNUNG ANYAR SURABAYA 60294
7 Drs. H. ANDJAR SUJONO BALIKPAPAN 08125327536 JL. KARANG RT XI NO. 90 BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR
8 H. WAWANG A. WAKHYUDI, SH, M.Si, MH BANJARNEGARA 085227017000 JLN. HOS. PARTOADIWIJONO NO. 1 KEPATIHAN BANJARNEGARA 53413
9 SURADI RIAU 08127529289 SMA PGRI JL. PANDAN 44 TANGKERANG PEKANBARU RIAU
10 PROF.DR. H. M. MUNTOLIB, SM, M.Si JAMBI 0741-63279 RT. 17 NO. 21 SIMPANG IV SIPIN JAMBI 36124
11 EFRIZAL, A.Md PADANG 082170969134 TAMAN BANUARAN INDAH BLOK 616 BANURAN LUBUK BEGALUNG PADANG SUMBAR
12 Drs. H. KUSWA CIREBON 0231-484413 JL. GIRI INDAH IV BLOK E 12/19 CIREMAI GIRI CIREBON JABAR 45122
13 DRS. H. ALI MASYKUR, KS JEPARA 0291-593729 RT.07 / RW 11 JEPATEN KEC. MANTINGAN JEPARA JAWA TENGAH
14 H. SON WARSONO SOLO 0811264637 JL. DEMPO RAYA 12 B PERUMNAS MOJOSONGO SURAKARTA
15 H. WIEDY ANTARA JOGYAKARTA 08179416567 MLATI 31, SLEMAN DIY
16 H. WIDODO PRIYANTO MAGELANG 0293-364817 PERUM MENOWOSARI NO. 7 MAGELANG JAWA TENGAH
17 SUPARDI,SH MAGETAN 081335557363 JL. HASANUDIN. NO. 13 NGAWI JAWA TIMUR
18 DRS. H.M NADJIH BAKAR, M.Si LAMONGAN 0322-661167/
08121703791
JL. PESANTREN 1320 PACIRAN LAMONGAN JAWA TIMUR
19 H. ERNU WIDODO, SH. MH MALANG 0341-7005767/
081252578908
PERUM IKIP I F / TEGALGONDO, KARANGPLOSO, MALANG
20 DRS. H JAMALUDDIN JEMBER 0331-421617/
085859414897
JL. KH WAHID HASYIM IV / 63 JEMBER
21 H. SOEYONO, BSc BALI 0361-238338/
0361-8080935
JL. PB. SOEDIRMAN GG. BHINNEKA I / 2 DENPASAR BALI
22 H. MAHSAN, SH, M.HUM NTB FAX (0370) 645135/
08175720200
JL. PANCA USAHA NO. 22C MATARAM NTB
23 DRS. MUSA PONTIANAK 08125735794 MAN 2 JL. AHMAD YANI PONTIANAK KALBAR
24 H. LUTHFI BACHTIAR BANJARMASIN 082159393410 JL. RAYA BANJAR INDAH PERMAI NO. 22 RT 9 BANJARMASIN 70248
25 DRS. H. ANDI AZIZ HALIM, SE. M.Si MAKASAR 081341933368 JL. BADAK 49 MAKASAR SULSEL
26 DRS. NURUL HUDA. SH PAPUA 081527501607/
081344519042
PERUMNAS II JL. KENANGA NO 26  YABANSAI WAENA ABEPURA JAYAPURA
27 BAPAK WARYANTO PANGKALAN BUN 082156734888 BTN PASIR PANJANG PERMAI GANG PERMAI 6 RT.09 NO. 93 PANGKALAN BUN KOBAR KAL-TENG
28 H. M. SODIK,SE PEKALONGAN 081391906634 JL TENTARA PELAJAR NO 19 RT 08 / RW 08 KALISALAK, KAUMAN BATANG JATENG

 

G.        SIPENWARU (SISTEM PENERIMAAN SISWA BARU)

1.         Pendaftaran

Pendaftaran Santri Tahun 2012/2013

One Day Test Gelombang 2
Seleksi Penerimaan Siswa Baru (Sipenwaru)
Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam
Tahun Pelajaran 2012/2013

Waktu Pelaksanaan :

1. Pendaftaran : 1 – 3 Juni 2012
2. Tes Lisan/Tulis : 1 – 3 Juni 2012
3. Pengumuman :
4. Daftar Ulang :
5. Santri Baru Datang : 24 Juni 2012


Syarat Pendaftaran :

1. Membayar Biaya dan mengisi formulir pendaftaran (uang pendaftaran Rp. 250,000) sudah termasuk uang makan saat tes
2. Menandatangani dan mengisi surat pernyataan dan kesanggupan bagi orang tua / wali
3. Menyerahkan pas photo berwarna calon santri 3×4 2 lembar

Materi Tes :

a. Unit MTs dan TKS : Baca Quran, Wawancara, TPA (Tes Potensi Akademik), dan Kesehatan
b. Unit MA/SMA/SMK : Baca Quran, wawancara, TPA (Tes Potensi Akademik), Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan kesehatan


 


Tempat Pendaftaran :

Pendaftaran Santri baru PPMI Assalaam dilaksanakan di Kampus PPMI Assalaam, Pabelan Sukoharjo Surakarta Jawa Tengah, atau melalui perwakilan MPP (BP3) yang ada di seluruh daerah di Indonesia. Dilaksanakan secara langsung : mendaftar dan tes (tulis dan lisan).

 

 

 

 

 

 

 

Lain-Lain

a. Pendaftaran sipenwaru tetap dibuka seperti biasa meskipun pada hari libur atau Ahad.
b. Peralatan yang dibawa saat tes yaitu bolpoin hitam.
c. Persyaratan administrasi lainya yang diperlukan dapat menyusul setelah peserta dinyatakan diterima menjadi santri PPMI Assalaam.
d. PPMI Assalaam tidak membuka cabang.
e. Pendaftaran dan Pelaksanaan tes seleksi di daerah (MPP) menjadi tanggung jawab MPP setempat
f. Total pembiayaan sipenwaru dibayar sekali pada saat masuk PPMI Assalaam pada tahun pertama secara tunai atau transfer dan tidak dapat diangsur. Untuk bulan selanjutnya pembiayaan rutin berupa syahriah (iuran bulanan sebesar Rp. 1,200,000)
f. Hal-hal lain yang belum tercantum dalam pemberitahuan ini akan menyusul kemudian.


 

 

 

 

 

2.         Jenis Pembayaran

Lampiran Surat No. 03.228/MPI.1.2/SE/XI.2011 tanggal 03 November 2011

Jenis Pembayaran Sipenwaru
Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam
Tahun Pelajaran 2012/2013

No Jenis Pembayaran Unit Sekolah
MTs/TKs/MA/SMA/SMK
1 Syahriah Bulan Juli 2012 1,200,000
2 Uang Semester (1 Tahun) 400,000
3 Uang Buku (1 Tahun) 750,000
4 Iuran MPP (1 Tahun) 100,000
5 Taaruf dan Orientasi Santri 75,000
6 Paket Fasilitas Kamar 350,000
7 Paket Seragam 475,000
8 Uang Jamkestren (Jaminan Kesehatan Pesanten) 1 Tahun 300,000
9 Uang Pangkal 8,000,000
10 Uang Sumbangan Pembangunan *) 1,000,000

*) Batasan minimal sumbangan pembangunan, rata-rata tahun yang lalu Rp. 1,000,000

 

H.        SISTEM INFORMASI

Teknologi Informasi Ppmi Assalaam

Teknologi Informasi di PPMI Assalaam mulai tumbuh dan bergerak pada awal tahun 2001. Teknologi informasi di PPMI Assalaam berkhidmat memberikan pelayanan dibidang teknologi informasi secara menyeluruh bagi civitas akademika di PPMI Assalaam. Dalam pengelolaan tersebut, bagian teknologi informasi melakukan pekerjaan dan penanangan akses sistem informasi yang ada di PPMI Assalaam. Untuk menunjang aktifitas tersebut, infrastruktur teknologi informasi secara bertahap diimplementasikan. Diantara infrastruktur yang dibangun adalah sebagai berikut :

Pengadaan Akses Koneksi Internet

PPMI Assalaam sekarang ini secara penuh menggunakan jasa ISP dan Speedy Telkom dalam akses informasi lewat internet. Pengadaan ISP dan Speedy Telkom secara bertahap terus ditingkatkan kapasitas pita (Bandwidth) sesuai kebutuhan agar dapat melayani seluruh civitas akademika PPMI Assalaam baik di area perkantoran, Guru, Wali Santri, perumahan dinas dll. PPMI Assalaam menggunakan jaringan speedy sebanyak 7 Line Speedy dengan masing2 quota kapasitas 2 MB dan juga di topang dengan bandwith ISP kapasitas 256 Kbps. Dari 7 Line tersebut didistribusikan keseluruh local area yang ada di PPMI Assalaam agar dapat lebih mudah dalam kontrol dan pengelolaan jaringan. Koneksi yang dipakai di PPMI Assalam menggunakan Lised Line (perkantoran)  dan WIFI dibeberapa lokasi titik seluruh area PPMI Assalaam. Untuk mengatur lalu lintas data dan akses internet di pondok, PPMI Assalaam menggunakan Software Mikrotik yang dapat berjalan 24 jam nonstop agar informasi dapat selalu diakses setiap saat.

Pengadaan Akses Sistem Informasi

Program Aplikasi yang ada di PPMI Assalaam saat ini secara bertahap akan terus di tingkatkan untuk menambah akses kemudahan bagi seluruh stake holder PPMI Assalaam. Beberapa program aplikasi sistem informasi yang sudah berjalan dan yang baru   :

1. Sistem Informasi Perpustakaan
2. SMS Gateway dan Taushiah
3. Sistem Informasi Sipenwaru
4. Sistem Informasi Akademik ——> Unit Sekolah
5. Sistem Informasi Perizinan Santri Keluar Komplek ——> Bagian Kesantrian
6. Sistem Informasi Management Asset ——> Bagian Umum
7. Sistem Informasi Syahriah Santri ——-> Bagian Keuangan
8. Sistem Informasi Toko dan Retail —–> Koppontren
9. Sistem Informasi Jasa Laundry ——> Koppontren
10. Sistem Informasi Wisma (Penginapan) —–> Wisma Assalaam
11. Sistem Informasi Klinik (Medical Center) —-> AMC Assalaam
12. E-Learning (Pembelajaran)

Dengan pengadaan aplikasi sistem informasi tersebut diharapkan akan memberikan nilai tambah (added value) sekaligus meringkas pekerjaan bagi seluruh lini bagian agar dapat memberikan kemudahan akses dan penyimpanan koleksi data secara aman dan terkendali.

Kamera Pemantau (CCTV)

Pada tahun 2010 PPMI Assalaam juga melengkapi sarana pendukung yaitu CCTV untuk mengontrol dan mengawasi seluruh area kompleks PPMI Assalaam. Fungsi CCTV sebagai security ditempatkan di beberapa titik yang dianggap strategis guna menjaga situasi dan lingkungan di sekitar PPMI Assalaam. Total titik kamera CCTV yang terpantau di PPMI Assalaam berjumlah 34 lokasi yang insya allah pada tahun berikutnya akan ditingkatkan penambahan titik lokasi yang dianggap penting.

Absensi Sidik Jari

Pada tahun 2012 administrasi kepegawaian di lingkungan PPMI Assalaam khususnya absensi pegawai dan guru menggunakan Absensi Sidik Jari. Fungsi dan kegunaan absensi yaitu mengganti fungsi absensi pegawai yang sebelumnya berjalan dengan manual. Dengan sistem Absensi Sidik Jari ini akurasi dan ketepatan kehadiran dan kepulangan dapat terpantau secara tepat.

Bel Sekolah

Bel sekolah yang selama ini bersifat manual dengan menekan tombol, pada pertengahan tahun 2012, PPMI Assalaam beralih menggunakan bel sekolah otomatis dengan program komputer. Bel Sekolah di isi dalam bentuk rekaman suara mulai jam pelajaran pertama hingga jam pelajaran ke delapan dengan menggunakan bahasa Indonesia, Arab dan Inggris. Disamping itu pada pukul 06.00 setiap hari juga diputar murotal Al-Quran dengan maksud dapat memberikan bantuan hafalan bagi para santri dengan juz dan ayat yang bervariasi dari hari ke hari berikutnya. Dalam tahap uji coba ini, penggunaan bel otomatis ditempatkan di lokal kelas, pada masa mendatang sudah dapat di dengar hingga di asrama.

SMS Gateway

Untuk mempercepat akses informasi bagi seluruh stake holder PPMI Assalaam, juga melengkapi dengan SMS Gateway yang dapat di operasional selama 24 Jam. SMS gateway ini berfungsi menjadi layanan SMS secara cepat kepada personal baik dilingkungan PPMI Assalaam maupun para wali santri.

 

I.          KONTAK

PPMI Assalaam

Alamat            :           Pabelan Sukoharjo, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia

PO BOX 286 Surakarta 57102

Email              :           sekretariat@assalaam.or.id

Telepon          :           (0271) 715468, 718741, 725373

Fax                  :           (0271) 715470

Website           :           http://www.assalaam.or.id

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (PERUSAHAAN DAGANG)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

SMK NEGERI 1 WONOGIRI

TAHUN AJARAN 2011/2012

 

Memenuhi Tugas Akhir Semester VI Mata kuliah Praktek Micro Teaching Dosen Pengampu Drs. Djumali, M. Pd

 

 

 

 

GURU MAPEL:

EMIATI

A 210 090 046

 

 

 

PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2012

 

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

SMK NEGERI 1 WONOGIRI

TAHUN PELAJARAN 2011/2012

 

 

Mata Pelajaran                 : Ekonomi

Pokok materi                    : Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Kelas / Semester               : XI / Satu

Pertemuan Ke                  : 1 (Satu)

Alokasi Waktu                 : 1 x 45 Menit

Standar kompetensi          : 1. Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan dagang

Kompetensi Dasar            : 1.1 Mencatat transaksi ke jurnal khusus dalam perusahan dagang

Indikator                          : 

1.      Mendeskripsikan pengertian perusahaan dagang

2.      Mendeskripsikan ciri-ciri perusahaan dagang

3.      Mengklasifikasikan akun-akun khusus yang hanya ada pada perusahaan dagang.

 

  I.            Tujuan Pembelajaran   :

1.      Peserta didik dapat menjelaskan definisi perusahaan dagang.

2.      Peserta didik dapat menguraikan ciri-ciri perusahaan dagang.

3.      Peserta didik dapat mengklasifikasikan akun-akun khusus yang hanya ada pada perusahaan dagang.

 

II.            Materi Pembelajaran   

1.      Definisi Perusahaan Dagang.

2.      Ciri-ciri Perusahaan Dagang.

3.      Akun-akun Khusus yang ada di Perusahaan Dagang.

 

III.            Metode Pembelajaran   :

1.      Metode ceramah

2.      Metode tanya jawab

Pendekatan pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran dua tinggal dua tamu (two stay two stray).

 

IV.            Langkah-langkah dalam pembelajaran :

No.

Uraian Kegiatan

Pendidikan karakter yang dicapai

Alokasi waktu

1.

Kegiatan Awal

 

10 menit

 

 

a.       Guru mengucapkan salam.

b.      Berdo’a dan Absen

c.       Apersepsi, memberi pertanyaan seputar pelajaran yang lalu dan materi perusahaan dagang.

d.      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran materi perusahaan dagang dan memberikan motivasi.

 

a.       Kereligiusan

b.      Kedisiplinan

c.       Gemar membaca

 

 

d.      keingintahuan

 

 

2.

Kegiatan Inti

 

25 menit

 

 

a.       Guru menyampaikan aturan main dalam melakukan pembelajaran menggunakan metode two stay two stray (Eksplorasi).

b.      Siswa di bagi dalam kelompok-kelompok (Elaborasi).

c.       Guru membagikan bahan yang akan digunakan(Eksplorasi).

d.      Siswa menganalisis materi tantang perusahan dagang (Elaborasi).

e.       Guru memberikan stimulasi kepada  peserta didik mengenai garis-garis besar  materi yang di ajarkan tentang perusahaan dagang (Eksplorasi).

f.       Guru memberikan soal untuk dikerjakan setiap kelompok (Elaborasi).

g.       Siswa  mendiskusikann jawaban dari soal mengenai materi-materi perusahaan dagang (Elaborasi).

h.      Siswa berpindah kelompok mendiskusikan hasil dari kelompok masing-masing (Elaborasi).

i.        Siswa  menyajikan hasil jawaban dari pekerjannya (Elaborasi).

j.        Kemudian Guru dan peserta didik bersama-sama membahas jawaban dari soal tersebut (Elaborasi).

k.      Memberikan umpan balik positif dan penguatan materi (Konfirmasi).

l.        Menfasilitasi siswa melalui refleksi untuk memperoleh pengetahuan yang lebih dari materi perusahaan dagang (Konfirmasi).

 

a.       Berfikir logis, kritis,kreatif dan inovatif.

 

 

 

b.      Kerjasama.

 

 

c.       Kemandirian.

 

d.      Rasa ingin tahu dan kecerdasan.

 

e.       Rasa Ingin tahu dan Kecerdasan.

 

 

 

 

f.       Kemandirian.

 

 

g.       Kerjasama dan Kecerdasan.

 

 

 

h.      Keingintahuan, Kerjasama dan kecerdasan.

 

 

i.        Rasa Tanggungjawab dan Percaya Diri.

 

j.        Kecerdasan dan berfikir logis, kritis, kreatif dan inovatif.

 

 

k.      Kecerdasan dan keingintahuan.

 

l.        Berorientasi pada tindakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.

Kegiatan akhir

 

10 menit

 

 

a.       Bersama-sama membuat rangkuman kesimpulan dari materi perusahaan dagang.

b.      Memberikan tugas kepada siswa tentang perusahaan dagang.

c.       Merencanakan materi berikutnya.

d.      Berdoa

e.       Keluar kelas dengan tertib.

 

a.       Berorientasi pada tindakan.

 

 

b.      Kedisiplin dan rasa tanggungjawab.

c.       Keingintahuan.

d.      Kereligiusan.

e.       Kedisiplinan.

 

 

V.            Alat, Media, Bahan dan Sumber Belajar :

1.      Media    : Laptop dan LCD

2.      Bahan    : Kertas kerja untuk siswa tentang materi perusahaan dagang

3.      Sumber  : Buku Akuntansi 1B, Jakarta : Yudistira

 

 

VI.            Penilaian                        :

1.      Aspek yang dinilai                   :

a.       Penilaian kognitif              : Penilaian hasil belajar

b.      Penilaian Afektif              : Penilaian proses belajar        

2.      Jenis Tagihan                           : Tugas Individu

3.      Bentuk Soal                             : Uraian

4.      Ketentuan Penilaian                 :

a.       Penilaian kognitif

 

Soal

Keterangan

Nilai

1

Benar

5

2

Benar

20

3

Benar

10

4

Benar

15

5

Benar

5

6

Benar

15

7

Benar

10

8

Benar

10

9

Benar

5

10

Benar

5

 

Total

100

 

Nilai    = Jumlah score yang diperoleh x 100

                          Jumlah bobot

            = 100 X 100

               100

            =100

Keterangan jumlah Skor :

 0  – 20              = Sangat Kurang

21 – 40              = Kurang

41 – 60              = Sedang

61 – 80              = Baik

81 – 100            = Sangat Baik

 

b.      Penilaian Afektif

 

NO

NAMA SISWA

PERILAKU

Jumlah Skor

Nilai

Keterangan

Kedisiplinan

Kerja Sama

Inisiatif/ Kreatif

Perilaku

Tanggung-jawab

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kriteria penilaian yang di isi di setiap kolom :

1               = Sangat Kurang (siswa tidak melihatkan kriteria perilaku)

2               = Kurang (siswa mulai melihatkan kriteria perilaku)

3               = Sedang (siswa sudah sesuai dengan kriteria perilaku)

4               = Baik (siswa lebih berkembang sesuai dengan kriteria perilaku)

5               = sangat Baik (siswa mempunyai kebiasaan sesuai dengan kriteria perilaku)

 

Nilai       = Jumlah score yang diperoleh x 100

                            Jumlah bobot

 

 

Keterangan jumlah Skor :

 0  – 20            = Sangat Kurang

21 – 40            = Kurang

41 – 60            = Sedang

61 – 80            = Baik

81 – 100          = Sangat Baik

 

 

 

 

 

 

 

Mengetahui,

Dosen Pembimbing

 

 

 

Drs. Jumali, M. Pd

NIP. ……………………….

Wonogiri,  15 Juni 2012

 

 

Guru Mata Pelajaran

 

 

 

Emiati

A 210 090 046

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

MATERI PEALAJARAN

A.     Pengertian

Perusahaan Dagang adalah perusahaan yang kegiatanya dengan cara membeli barang-barang dan menjual kembali kepada konsumen tanpa mengubah bentuknya.

 

B.     Ciri-ciri Perusahaan Dagang

1.      Penjualan pokoknya dari penjualan barang dagang

2.      Pembelian barang untuk dijual kembali tanpa ada proses perubahan bentuk.

3.      Harga pokok barang yang dijual dihitung darri :

4.      H. Pokok=Pers. Awal+Pemb. Bersih-Pers. Akhir

5.      Laba kotor=Penjualan bersih-H.pokok

6.      Sistem Pencatatanya :

·         Sistem Periodik=Pecatatan persediaan barang dagang hanya dilakukan pada akhir periode.

·         Sistem Permanen=Pencatatan persediaan barang dagang dilakukan secara terus menerus/kontiyu

 

C.     Akun-akun Khusus dalam Perusahaan Dagang

1.      Akun Persediaan Barang dagang

Untuk mencatat jumlah persediaan barang dagang.

2.      Akun Pembelian

Untuk mencatat semua transaksi pembelian barang dagang.

3.      Akun Retur Pembelian dan Penurunan Harga

Untuk mencatat semua transaksi pengambilan barang dagang yang telah dibeli dan penguranggan harga atas pengembalian barang tersebut.

4.      Akun Potongan Pembelian

Untuk mencatat transaksi potongan pembelian.

5.      Akun Beban Angkut Pembelian

Untuk mencatat semua transaksi pembayaran biaya angkut barang dagang yang dibeli.

6.      Akun Penjualan

Untuk mencatat semua transaksi penjualan barang dagang.

7.      Akun Retur Penjualan dan Pengurangan Harga

Untuk mencatat transaksi penerimaan kembali barang dagang yang telah dijual.

8.      Akun Potongan Penjualan

Untuk mencatat transaksi potongan penjualan

9.        Akun Beban Angkut Penjualan

Untuk mencatat semua transaksi pembayaran biaya angkut barang dagang yang di jual.

 

D.     Transaksi-transaksi Perusahaan Dagang

1.      Membeli barang dagang secara kredit

2.      Membeli barang dagang secara tunai

3.      Mengembalikan barang dagang

4.      Menerima potongan pembelian

5.      Membayar dan menerima perhitungan biaya angkut pembelian

6.      Menjual barang dagang secara kredit

7.      Menjual barang dagang secara tunai

8.      Menerima kembali barang dagang yang telah dijual

9.      Memberi potongan penjualan

 

E.     Contoh Transaksi Perusahaan Dagang :

—  Maret 10 Dibeli barang dagangan seharga Rp.10.000.000,00 dari PT Bunda Solo,secara tunai.

Syarat pembayaran jika secara kredit 2/10, n/30.

Buwatlah jurnal transaksi di atas jika secara tunai maupun kredit !

Secara Tunai :

Pembelian          Rp 10.000.000,00

    Kas                                       Rp. 10.000.000

Secara kredit :

Pmbelian             Rp 10.000.000,00

     Utang dagang                    Rp 10.000.000

 

—  Maret 11  Dibayar biaya angkut barang dagang yang dibeli dari Pt Bunda Solo, sebesar Rp 50.000,00.

Jurnal :

Biaya angkut pembelian      Rp 50.000,00

      Kas                                                        Rp 50.000,00

 

—  Maret 15  Dikirim kembali barang dagang yang dibeli secara kredit dari PT Bunda Solo, sejumlah Rp 500.000,00

Jurnal :

Utang dagang     Rp   500.000,00

              Retur pembelian & ph      Rp   500.000,00

 

—  Maret 18  Dibayar pembelian barang yang dibeli dari PT Bunda Solo tanggal 10 Maret.

Utang Dagang sebesar                                 Rp 10.000.000,00

Retur Pembelian                                          Rp      500.ooo,oo  _

                                                                    Rp   9.500.000,00

Potongan: 2% x Rp9.500.000,00                Rp        190.000,00   _

                                                                    Rp   9.310.000,00

Jurnal :

Utang Dagang                                  Rp 9.500.000,00

           Potongan pembelian                         Rp    190.000,00

           Kas                                                   Rp 9.310.000,00

 

—  Maret 25 Dijual barang dagangan seharga Rp 2.000.000,00 kepada toko Adinda.

Syarat pembayaran jika secara kredit 2/10, n/30.

Buwatlah jurnal transaksi diatas bila djual secara tunai maupun kredit !

Secara Tunai :

Kas                        Rp 2.000.000,00

       Penjualan                       Rp 2.000.000,00

 

Secara Kredit :

Piutang dagang   Rp 2.000.000,00

       Penjualan                       Rp 2.000.000,00

 

—  Maret 26 Dibayar biaya angkut barang dagang yang dijual kepada toko Adinda, sebesar Rp 50.000,00.

Jurnal :

Biaya angkut penjualan       Rp 50.000,00

      Kas                                                        Rp 50.000,00

 

—  Maret   27  Diterima kembali barang dagang dari toko Adinda, sebesar Rp 100.000,00 karena barang yang dikirim kurang baik

Jurnal :

Retur penjualan & ph     Rp  200.000,00

       Piutang dagang                    Rp 200.000,00

 

—  Maret 28  Dibayar penjualan barang yang dijual kepada toko Adinda tanggal 25 Maret.

Piutang Dagang sebesar                               Rp 2.000.000,00

Retur Pembelian                                          Rp     200.ooo,oo  _

                                                                    Rp   1.800.000,00

Potongan: 2% x Rp 1.800.000,00               Rp        36.000,00   _

                                                                    Rp   1.764.000,00

        Jurnal :

Kas                          Rp 1.764.000,00

Potongan penjualanRp     36.000,00

           Piutang dagang                      Rp 1.800.000,00

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

SOAL DAN JAWABAN

SOAL

JAWABAN

1.      Arti perusahaan dagang?

(skor 5)

perusahaan yang kegiatanya dengan cara membeli barang-barang dan menjual kembali kepada konsumen tanpa mengubah bentuknya.

 

 

2.      ciri-ciri perusahaan dagang?

(skor 20)

 

—  Penjualan pokoknya dari penjualan barang dagang

—  Pembelian barang untuk dijual kembali tanpa ada proses perubahan bentuk.

—  Harga pokok barang yang dijual dihitung darri :

H. Pokok=Pers. Awal+Pemb. Bersih-Pers. Akhir

—  Laba kotor=Penjualan bersih-H.pokok

—  Sistem Pencatatanya :

Sistem Periodik=Pecatatan persediaan barang dagang hanya dilakukan pada akhir periode.

Sistem Permanen=Pencatatan persediaan barang dagang dilakukan secara terus menerus/kontiyu.

 

 

3.      sistem pencatatan perusahaan dagang?

(skor 10)

 

·         Sistem Periodik=Pecatatan persediaan barang dagang hanya dilakukan pada akhir periode.

·         Sistem Permanen=Pencatatan persediaan barang dagang dilakukan secara terus menerus/kontiyu.

 

 

4.      Berikut ini akun-akun yang ada di perusahaan dagang :

a.       Akun persedian barang dagang

b.      Akun penjualan

c.       Akun pembelian

Sebutkan fungsi dari akun di atas!

(skor 15)

 

 

Fungsi akun-akun perusahaan dagang:

·         Untuk mencatat jumlah persedian barang

·         Untuk mencatat semua transaksi penjualan barang dagang

·         Untuk mencatat semua transaksi pembelian barang dagang

 

 

5.      Sebutkan contoh-contoh perusahaan dagang !

(skor 5)

 

Toko matahari, carefour, alfamart, indomart,toko sembako,dll.

 

 

 

 

 

 

6.      Sebutkan transaksi-transaksi yang ada dalam perusahaan dagang !

(skor 15)

 

—  Membeli barang dagang secara kredit

—  Membeli barang dagang secara tunai

—  Mengembalikan barang dagang

—  Menerima potongan pembelian

—  Membayar dan menerima perhitungan biaya angkut pembelian

—  Menjual barang dagang secara kredit

—  Menjual barang dagang secara tunai

—  Menerima kembali barang dagang yang telah dijual

—  Memberi potongan penjualan

 

 

7.      Maret 10 Dibeli barang dagangan seharga Rp.6.000.000,00 dari PT Bunda Solo,secara tunai.

Jika soal di atas di beli secara kredit.

Buwatlah jurnal transaksi di atas !

 

(skor 10)

 

Secara Tunai :

Pembelian          Rp 6.000.000,00

    Kas                                       Rp. 6.000.000

Secara kredit :

Pmbelian             Rp 6.000.000,00

     Utang dagang                    Rp 6.000.000

 

 

8.      Maret 25 Dijual barang dagangan seharga Rp 1.000.000,00 kepada toko Adinda.

Buwatlah jurnal transaksi diatas bila djual secara tunai dan kredit !

 

(skor 10)

 

Secara Tunai :

Kas                        Rp 1.000.000,00

       Penjualan                       Rp 1.000.000,00

Secara Kredit :

Piutang dagang   Rp 1.000.000,00

       Penjualan                       Rp 1.000.000,00

 

 

9.      Maret 15  Dikirim kembali barang dagang yang dibeli secara kredit dari PT Bunda Solo, sejumlah Rp 200.000,00

 

(skor 5)

 

Jurnal :

Utang dagang     Rp   200.000,00

      Retur pembelian & ph      Rp   200.000,00

 

10.  Maret   27  Diterima kembali barang dagang dari toko Adinda, sebesar Rp 100.000,00 karena barang yang dikirim kurang baik.

 

(skor 5)

 

Jurnal :

Retur penjualan & ph     Rp  100.000,00

       Piutang dagang                    Rp 100.000,00

 

LAMPIRAN

METODE PEMBELAJARAN

DUA TINGGAL DUA TAMU

(TWO STAY TWO STRAY)

OLEH: SPENCER KAGAN 1992

 

MEMBERI KESEMPATAN KEPADA KELOMPOK

MEMBAGIKAN HASIL DAN INFORMASI DENGAN KELOMPOK LAINNYA

 

LANGKAH-LANGKAH :

1.      siswa bekerjasama dalam kelompok berempat seperti biasa.

2.      setelah selesai, dua orang dari masing-masing kelompok akan meninggalkan kelompoknya dan masing-masing bertamu ke kelompok lain.

3.      Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja sama dengan informasi mereka ke tamu mereka.

4.      Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain.

5.      Kelompok mencocokkan dan membahas hasil kerja mereka.

6.      Kesimpulan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

SKENARIO PELAKSANAAN PEMBELAJARAN.

1.      Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam.

2.      Guru membimbing siswanya untuk berdoa sebelum memulai pembelajaran.

3.      Guru mengabsen siswa dan menfokuskan pada siswa yang tidak masuk.

4.      Guru melakukan apersepsi, mengulas materi semester sebelumya tentang Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa.

5.      Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan tentang Akuntansi Perusahaan Jasa untuk mengetahui daya pengetahuan siswanya.

6.      Guru menyampaikan pokok pembelajaran Siklus akuntansi Perusahaan Dagang.

7.      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran materi Siklus akuntansi Perusahaan Dagang.

8.      Sebelum menyampaikan meteri Guru menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan, dalam RPP ini mengunakan metode two stay two stray.

9.      Guru kemudian membagi siswa menjadi beberapa kelompok, yang setiap kelompoknya beranggotakan 4 siswa.

10.  Guru membagikan materi pelajaran tentang Siklus akuntansi Perusahaan Dagang..

11.  Siswa disuruh untuk menganalisis meteri yang diberikan sebelum guru menjelaskan.

12.  Guru menyampaikan penjelasan garis-garis besar meteri pelajaran tentang Siklus akuntansi Perusahaan Dagang.

13.  Guru membagikan soal kepada setiap kelompok tentang Siklus akuntansi Perusahaan Dagang.

14.  Siswa mendiskusikan jawaban dari soal yang telah diberikan Guru pada masing-masing kelompok.

15.  Guru mengarahkan siswa untuk berpindah kelompok sesuai dengan metode pembelajaran two stay two stray.

16.  Guru menyuruh siswa untuk berdiskusi lagi pada kelompok baru sesuai peranya masing-masing , 2 siswa sebagai pemilik kelompok menjelaskan kepada 2 siswa lain yang sebagai tamu.

17.  Setelah berdiskusi siswa disuruh kembali pada kelompoknya masing-masing (kelompok awal).

18.  Guru menyuruh siswa untuk menyajikan hasil dari diskusinya bergantian sampai kelompok terakhir.

19.  Guru dan siswa bersama-sama membahas hasil  jawaban dari soal yang diberikan.

20.  Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan materi tentang Siklus akuntansi Perusahaan Dagang.

21.  Guru menfasilitasi siswa melalui refleksi untuk memperoleh pengetahuan yang lebih dari materi Siklus akuntansi Perusahaan Dagang.

22.  Bersama-sama Guru dan Siswa membuan rangkuman kesimpulan dari materi Siklus akuntansi Perusahaan Dagang.

23.  Guru memberikan tugas kepada siswa untuk pendalaman materi Siklus akuntansi Perusahaan Dagang.

24.  Guru memberikan pengarahan materi yang akan diberikan untuk pertemuan berikutnya tentang penjurnalan pada Siklus akuntansi Perusahaan Dagang.

25.  Guru membimbing Siswanya untuk berdoa sebelum menutup pelajaran.

26.  Guru menutup pelajaran dan menucapkan salam.

27.  Siswa keluar kelas dengan tertib.

 

 

 

 

 

 

 

INFLASI DAN DEFLASI

 

INFLASI DAN DEFLASI

 

1.      Pengertian Inflasi

Inflasi adalah suatu keadaan dimana terjadi proses kenaikan harga-harga barang umum secara teru- menerus dalam kurun waktu tertentu. Atau merupakan suatu keadaan dimana terjadi penurunan nilai uang.

Sesuai dengan definisi dan teori kuantitas, inflasi terjadi karena semakin meningkatnya jumlah uang yang beredar dalam masyarakat ( daya beli ) tanpa diimbangi peningkatan jumlah barang. Sedangkan deflasi merupakan kejadian sebaliknya, dimana dalam perekonomian terjadi proses penurunan harga atas barang-barang umum secar terus-menerus dalam kurun waktu tertentu.

Pada intinya inflasi dan deflasi terjadi karena adaanya ketidak seimbangan antara jumlah uang yang beredar atau M (termasuk didalamnya kecepatan peredaran uang itu sendiri) dengan jumlah barang yang diperdagangkan atua T. Dalam keadaan inflasi ; M>T. Sedangkan deflasi terjadi apabila M<T.

Perlu diketahui adanya gejala-gejala yang umum terjadi bahwa kenaikan harga barang-barang dalam keadaan inflasi dan penurunan harga dalam keadaan deflasi memiliki tingkat kenaikan atau penurunan harga untuk setiap barang tidak sama. Bahkan kadang-kadang kita jumpai terdapat barang yang harganya justru naik pada keadaan deflasi dan turun harganya saat terjadi inflasi. Ada pula barang-barang yang harganya hampir tidak dapata dipengaruhi inflasi dan deflasi, yaitu barang-barang yang sangat dibutuhkan manusia tetapi untuk memperolehnya hanya perlu memberikan pengorbanan yang relatif kecil income kita, misalnya ; garam.

 

2.      Sebab-sebab timbulnya inflasi dan deflasi

Inflasi selalu berhubungan dengan nilai mata uang. Dalam keadaan inflasi nilai riil mata uang akan mengalami penurunan dan sebaliknya dalam keadaan deflasi nilai riil mata uang mengalami kenaikan. Menurut rumus Irving Fisher, yang menyebabkan perubahan  nilai mata uang dikelompokan menjadi tiga faktor, yaitu : M,V dan T. Faktor M dan V adalah faktor moneter sedang faktor T adalah faktor perdagangan barang-barang. Turunnya nilai uang atau inflasi disebabkan oleh naiknya M dan V, atau keadaan tidak adanya keseimbangan antara M, V dan T. Berdasarkan pertimbangan tiga faktor tersebit diatas maka secara garis besar terdapat tiga sektor yang dapat menimbulkan inflasi dan deflasi.

a.       Sektor impor dan ekspor

Jika ekspor dari suatu negara lebih besar dari pada impor maka akan terjadi tambahan inflasi. Ini disebabkan devisa yang diperoleh oleh para eksportir oleh pemerintah dibayar dengan mata uang Rupiah (M bertambah), sedang devisa itu sendiri menjadi milik pemerintah. Kejadian sebaliknya menimbulkan deflasi.

b.      Sektor saving dan investasi

Apabila investasi suatu negara lebih besar daripada saving maka akan terjadi tekanan inflasi. Sebab apabila investasi lebih besar dari saving maka kekurangannya terpaksa dibayar dengan tambahan uang, akibatnya M naik. Apabila saving lebih besar dari pada investasi, maka akan terjadi deflasi.

c.       Sektor anggaran belanja negara

Bila neraca anggaran belanja negar selalu mengalami defisit (pengeluaran lebih besar dari peneriamaan) maka untuk menutupi defisit tersebut biasanya diadakan percetakan uang baru, ini berarti ada tambahan M dalam masyarakat.

Tambahan M ini secara psikologis akan mempengaruhi orang lebih senang menahan barang dari pada uang, selanjudnya mengakibatkan V naik dan inflasi pada rate yang lebih tinggi tidak dapat dihindarkan sebaliknya untuk deflasi.

Memperhatikan tiga sektor tersebut, maka dapat dikatakan bahwa sektor pemerintah dan sektor swasta merupakan penyebab timbulnya inflasi.

 

3.      Macam-macam Inflasi

Ada berbagai cara untuk menggolongkan macam inflasi, dan penggolongan mana yang akan dipilih tergantung dari tujuan yang ingin dicapai.

Penggolongan pertama, didasarkan atas ‘parah’ tidaknya inflasi tersebut. Disini dibedakan antara lain :

a.       Inflasi ringan (dibawah 10 % setahun),

b.      Inflasi sedang (antara 10 % -< 30 % setahun),

c.       Inflasi berat (antara 30 % – 100 % setahun),

d.      Hiper-inflasi (diatas 100 % setahun).

Penggolongan kedua, adalah atas dasar sebeb-sebeb awal dari inflasi antara lain :

a.      Demand full inflation, yaitu inflasi yang ditimbulkan karena permintaan total masyarakat akan berbagai barang tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan tingkat out-put pada full employment.

b.      Cost push inflation, yaitu inflasi yang diakibatkan oleg adanya kenaikan ongkos0ongkos perusahan atan naiknya harga-harga faktor-faktor produksi. Kalau inflasi disebabkan oleh kenaikan upah tenaga kerja disebut wages inflation. Seandainya kenaikan harga faktor produksi ini terjadi berulang-ulang akan mengakibatkan terjadinya spiral inflation.

c.       Bottleneck inflation,ialah inflasi yang disebabkan oleh berubahnya struktur pemerintahan yang lebih cepat daripada pergeseran-pergeseran didalam peredaran barang (distribusi barang).

Penggolongan ketiga, adalah atas dasar asal inflasi, yaitu :

a.      Inflasi yang berasal dari dalam negeri (domestic inflation ) misalnya ; ditimbulkan oleh defisit anggaran belanja yang dibiyai dengan pencetakan uang baru, panenan gagal, dan sebagainya.

b.      Inflasi yang berasal dari luar negari ( imported inflation ), misalnya ditimbulkan oleh kenaikan harga-harga barang import dari luar negeri.

 

4.      Cara-cara mengatasi inflasi :

a.       Melalui kebijakan moneter. Kebijakan ini dilakukan oleh bank sentral dengan cara :

1)      Politik diskomo ( menaikkan suku bungan tabungan dan kredit agar masyarakat tertarik menabung an menggurangi kredit ).

2)      Politik pasar terbuka ( menurunkan tingkat bungan obligasi ( Sertifikat Bank Indonesia / SBI agar masyarakat tertarik membeli ).

3)      Menaikkan cash ratio bank-bank kredit ( pembatasan jumlah kredit bank ).

b.      Melalui kebijaksaan fiskal ( dilakukan oleh pemerintah ) dengan cara :

1)      Penurunan pengeluaran pemerintah ( untuk pekerjaan umum ).

2)      Menaikkan pajak-pajak.

3)      Mengadakan pinjaman-pinjaman pemerintah, misalnya dengan membekukan simpanan masyarakat di bank untuk jangka waktu tertentu, mengurangi nilai uang oleh pemerintah ( pernah dilakukan Indonesia ‘Gunting Syafrudin’ tahun 1959 ).

c.       Melalui kebijaksanaan non-moneter (kebijaksanaan sektor riil ) dengan cara-cara sebagai berikut :

1)      Menaikkan hasil-hasil produksi.

2)      Kebijaksanaan upah.

3)      Pengawasan harga dan distribusi barang-barang.

KEBUTUHAN KARYAWAN

MAKALAH

ANALISIS KEBUTUHAN KARYAWAN

 

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sumber Daya Manusia

Dosen Pengampu : Drs. Sabar Narimo, MM.M.Pd 

Disusun oleh :

Marina Dwi Ariyani                          A210090027

Sugiyati                                              A210090028

Emiati                                                 A210090046

Trimuda Nur Cahyono                    A210090063

Fauzaani Luuluu Marfu’ah             A210090064

 

 

PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2013

ANALISIS KEBUTUHAN KARYAWAN

 

A.    Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen sumber daya manusia (MSDM) menurut Rivai dan Sagala (2009), merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segisegi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian. Proses ini   terdapat dalam fungsi atau bidang produksi, pemasaran, keuangan, maupun kepegawaian. Berbagai pengalaman dan hasil penelitian dalam bidang SDM dikumpulkan secara sistematis dalam suatu manajemen sumber daya manusia. Istilah “manajemen” memiliki arti sebagai kumpulan pengetahuan tentang bagaimana seharusnya mengelola sumber daya manusia. Karyawan dalam manajemen sumber daya manusia merupakan kekayaan (asset) utama perusahaan atau organisasi, sehingga harus dipelihara dengan baik.

Faktor yang menjadi perhatian dalam manajemen sumber daya manusia adalah manusia itu sendiri. Manajemen sebagai ilmu dan seni untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain. Artinya, tujuan dapat dicapai bila dilakukan oleh satu orang atau lebih. Sementara itu, manajemen sumber daya manusia sebagai suatu bidang manajemen yang khusus mempelajari hubungan dan peranan manusia dalam suatu perusahaan. Unsur dalam manajemen adalah tenaga kerja pada suatu perusahaan. Saat ini banyak perusahaan yang menyadari bahwa sumber daya manusia merupakan masalah perusahaan yang paling penting. Hal ini dikarenakan melalui sumber daya manusia, sumber daya yang lain dalam perusahaan dapat berfungsi atau dijalankan. Selain itu, sumber daya manusia dapat menciptakan efisiensi dan efektivitas perusahaan.

Sedangkan Sofyandi (2003: 6) mengemukakan manajemen sumber daya manusiadidefinisikan sebagai suatu strategi dalam menerapkan fungsi-fungsi manajemen yaitu planning, organizing, leading & controling, dalam setiap aktivitas/fungsi operasional SDM mulai dari proses penarikan, seleksi, pelatihan dan pengembangan, penempatan yang meliputi promosi, demosi, & transfer, penilaian kinerja, pemberian kompensasi, hubungan industrial, hingga pemutusan hubungan kerja, yang ditujukan bagi peningkatan kontribusi produktif dari SDM organisasi terhadap pencapaian tujuan organisasi secara lebih efektif dan efisien.

B.     Perencanaan Sumber Daya Manusia

Perencanaan sumber daya manusia merupakan proses pengambilankeputusan dalam menyewa dan menempatkan staf dalam perusahaan(Mangkuprawira, 2003). Perencanaan SDM merupakan langkah awal dalammenyiapkan SDM yang berkompeten sesuai bidangnya sehingga efisiensi danefektifitas kerja dapat terwujud dan tujuan perusahaan dapat tercapai.

Salah satu definisi klasik tentang perencanaan yaitu perencanaan padadasarnya merupakan pengambilan keputusan sekarang tentang hal-hal yang akandilaksanakan di masa depan. Perencanaan SDM dengan demikian memiliki fokusperhatian pada langkah-langkah tertentu yang diambil oleh manajemen gunamenjamin tersedianya SDM yang tepat untuk menduduki berbagai kedudukan,jabatan dan pekerjaan yang tepat pada waktu yang tepat pula. Hal tersebutdilakukan dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran yang telah danakan ditetapkan (Rivai dan Sagala, 2009).Berdasarkan informasi dari analisis pekerjaan dan desainnya, makaperencanaan SDM perusahaan dalam hal permintaan dan persediaan karyawanatau tenaga kerja untuk masa yang akan datang dapat diramal secara sistematis.

Hal ini memungkinkan para manajer dan departemen SDM untukmengembangkan perencanaan penyusunan staf, didukung oleh strategi organisasiyang memberikan kesempatan untuk bertindak secara proaktif daripada reaktif(Rivai dan Sagala, 2009).Suatu perusahaan tanpa didukung karyawan yang sesuai baik segikuantitatif, kualitatif, strategi, operasional, dan fungsional maka perusahaan itutidak akan mampu mempertahankan keberadaan, mengembangkan, danmemajukannya di masa mendatang. Menurut Rivai (2006), ada beberapakeuntungan bagi perusahaan besar yang menggunakan perencanaan SDM, yaitu :

1.      Integrasi yang strategis antara permintaan dan jumlah staf yang ada.

2.      Pemanfaatan SDM yang tersedia secara efektif.

3.      Persaingan SDM dan sasaran perusahaan masa depan secara tepat guna.

4.      Hemat secara ekonomi dalam penerimaan para pegawai baru.

5.      Memperluas informasi SDM sesuai dengan kegiatan SDM dan unitorganisasi lain.

6.      Permintaan dalam jumlah besar pada pasar tenaga kerja lokal akanterpenuhi.

7.      Koordinasi program SDM dan kebutuhan yang tersedia.

C.    Analisis Pekerjaan

Suatu organisasi perlu menetapkan identifikasi atau uraian suatu pekerjaandan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaantersebut. Hal ini dilakukan sebelum seorang karyawan ditetapkan untukmelaksanakan suatu pekerjaan tertentu. Penetapan uraian dan pengetahuan sertaketerampilan suatu pekerjaan akan memberikan kejelasan dalam hal prosespelaksanaan pekerjaan dan juga bermanfaat dalam penentuan jumlah karyawan.

Analisis pekerjaan adalah prosedur yang dilalui untuk menentukantanggung jawab posisi-posisi dan karakteristik orang yang bekerja untuk posisitersebut (Dessler, 2004). Beberapa terminologi tentang analisis pekerjaan salahsatunya yaitu analisis pekerjaan merupakan kegiatan atau proses menghimpun danmenyusun berbagai informasi yang berkenaan dengan setiap pekerjaan, tugastugas,jenis pekerjaan, dan tanggung jawabnya secara operasional untukmewujudkan tujuan organisasi atau bisnis sebuah perusahaan (Rivai, 2006).

Berdasarkan pengertian tentang analisis pekerjaan dapat diketahui bahwaanalisis pekerjaan tidak terlepas dari dua hal penting yaitu uraian pekerjaan danspesifikasi pekerjaan. Data yang dikumpulkan dari analisis pekerjaan dapatdigunakan untuk bermacam-macam tujuan salah satunya adalah untuk menulisdeskripsi dan spesifikasi pekerjaan.

1.      Istilah-istilah dalam Analisis Pekerjaan

Menurut Moekijat (2008), analisis pekerjaan atau job analysis terdiriatas dua kata yaitu job dan analysis. Job diterjemahkan sebagai pekerjaan ataujabatan dan analysis berasal dari kata kerja bahasa Inggris yaitu to analyzeyang berarti memisahkan atau menguraikan pekerjaan ke dalam bagian-bagianatau unsur-unsur pekerjaan yang disebut tasks (tugas-tugas).Istilah-istilah yang berhubungan dengan pekerjaan atau job diantaranyaadalah element (unsur), dan task (tugas). Istilah-istilah dalam analisis pekerjaanperlu untuk dibedakan agar analisis pekerjaan dapat dibicarakan secara jelas(Moekijat, 2008).

a.       Element (unsur)

Kesatuan paling kecil yang digunakan dalam kebanyakan analisispekerjaan atau suatu aspek khusus dari suatu tugas tertentu disebut unsur atauelemen. Contohnya adalah mengeluarkan kertas dari laci meja adalah unsurdari tugas mempersiapkan suatu kuliah.

b.      Task (tugas)

Tugas dapat didefinisikan sebagai komponen dari suatu pekerjaan.Tugas dapat pula diartikan sebagai gabungan dari dua unsur (element) ataulebih sehingga menjadi suatu kegiatan yang lengkap. Misalnya tugas-tugasuntuk pekerjaan mengajarkan mata kuliah terdiri dari membuat ikhtisar matakuliah, mempersiapkan kuliah, dan menilai ujian.

Apa yang dibutuhkan para karyawan sehubungan dengan karir mereka? Sebuah studi tentang sekelompok karyawan mengungkapkan lima faktor , yaitu sebagai berikut.

a.       Keadilan dalam Karir

Para karyawan menghendaki keadilan dalam sistem promosi dengan kesempatan sama untuk peningkatan karir.

b.      Perhatian dengan Penyeliaan

Para karyawan menginginkan para penyelia mereka memainkan perannya secara aktif dalam pengembangan karir dan menyediakan umpan balik dengan teratur tentang kinerja.

c.       Kesadaran tentang Kesempatan

Para karyawan menghendaki pcngetahuan tentang kesempatan untuk peningkatan karir.

d.      Minat Pekerja

Para karyawan membutuhkan sejumlah informasi berbeda dan pada kenyataan; memiliki derajat minat yang berbeda dalam peningkatan karir yang tergantung pada beragam faktor.

e.       Kepuasan Karir

Para karyawan, tergantung pada usia dan kedudukan mereka, memiliki kepuasan berbeda. Program karir yang efektif harus mempertimbangkan perbedaan persepsi keinginan para karyawan. Apa yang pekerja harapkan dari program karir dikembangkan; olch departemen SDM sesuai dengan ragam faktor usia, jenis kelamin, kedudukan pendidikan, dan faktor-faktor lainnya.

2.      Pengumpulan Informasi Analisis Pekerjaan

Analisis pekerjaan merupakan kegiatan pengumpulan data tentangpekerjaan yang dilakukan oleh organisasi dan kemudian dianalisis untukberbagai keperluan. Penggunaan data dan informasi misalnya dapat dipakaiuntuk memperkirakan kebutuhan karyawan di berbagai lini (Rivai dan Sagala,2009).

Teknik-teknik yang dipilih untuk mengumpulkan informasi dalamanalisis jabatan sebaiknya mempertimbangkan faktor-faktor seperti waktu,biaya dan keakuratan informasi yang diperoleh. Berbagai teknik yang dapatdigunakan adalah wawancara, pandangan pejabat senior, kuesioner, catatanharian pegawai, observasi dan penggabungan berbagai teknik (Siagian, 2008).

a.       Wawancara

Teknik wawancara merupakan teknik pengumpulan informasi yangpaling sering digunakan karena informasi yang didapatkan melalui teknik inidipandang cukup akurat. Ketepatan informasi dengan tingkat tinggidimungkinkan oleh tiga faktor. Pertama, karena pengumpul informasi memilikideskripsi pekerjaan yang telah ditetapkan organisasi. Kedua, dalam tanyajawab antara pengumpul informasi dengan para pekerja selalu terbukakesempatan untuk menghilangkan perbedaan pemahaman tentang deskripsipekerjaan yang dijadikan objek penelitian. Ketiga, para penyelia yang turutdiwawancari memberikan konfirmasi tentang kebenaran hasil wawancara atasanalisis dengan para pekerja yang bersangkutan. Kelemahan teknik ini adalahmemerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit dalam hal prosesnya.

b.      Pandangan pejabat senior

Salah satu teknik pengumpulan informasi yang sering digunakan dalamorganisasi mapan adalah dengan memperoleh pandangan dari dua kelompokorganisasi yaitu mereka yang dianggap senior dalam bidang pekerjaan yangdianalisis dan para atasan langsung dari para pekerja yang bersangkutan.Manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan teknik ini yaitu informasiyang dikumpulkan menjadi semakin lengkap dan memperkaya pandanganmengenai pekerjaan yang dianalisis. Kelemahan teknik ini adalah adanyaanggapan remeh dari para pejabat senior terhadap beberapa tugas.

c.       Kuesioner

Keuntungan penggunaan teknik kuesioner yaitu biaya murah, jumlahresponden yang diperoleh besar, dan proses pengumpulan informasi dapatberlangsung cepat. Sebaliknya, kelemahan teknik ini adalah jawaban yangkurang lengkap, tidak akurat, dan jumlah responden yang mengembalikankuesioner yang tidak memungkinkan analisis yang sahih.

d.      Catatan harian pegawai

Teknik meneliti catatan harian pegawai dapat akurat apabila parapegawai diharuskan membuat catatn harian tentang apa yang mereka kerjakandan catan harian tersebut mencakup waktu yang relatif panjang. Kelemahanteknik ini adalah adanya keengganan para pegawai mnegisi buku catatan hariankarena dipandang sebagai tugas yang tidak berhubungan dengan pekerjaannya.

e.       Observasi

Observasi juga merupakan teknik yang sering digunakan yaitu denganmengamati langsung terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan yangsedang dianalisis pekerjaannya. Manfaat terbesar dari penggunaan teknik iniyaitu dapat dijadikan sebagai alat verifikasi ketepatan informasi yangterkumpul melalui penggunaan teknik lainnya.

f.       Penggabungan berbagai teknik

Mengingat pentingnya informasi tentang berbagai jenis pekerjaan yangdiselenggarakan dalam suatu organisasi, para analis biasanya mengunakangabungan dari berbagai teknik pengumpulan informasi. Penggabungan inidimaksudkan untuk meningkatkan mutu informasi yang terkumpul, sekaligusmengurangi beban pembiayaan.

D.    Deskripsi Pekerjaan

Deskripsi atau uraian pekerjaan menggambarkan tugas-tugas, tanggungjawab, syarat-syarat kerja, dan kegiatan pekerjaan utama. Uraian pekerjaanberagam dalam hal tingkat kerincian isi (Mangkuprawira, 2003).Deskripsi pekerjaan merupakan salah satu hasil utama yang disajikanoleh suatu analisis pekerjaan yang sistematis. Deskripsi pekerjaan adalah suatuuraian tertulis dari apa yang diperlukan oleh suatu pekerjaan. Deskripsipekerjaan dapat diasumsikan sebagai keseluruhan kajian ringkas informasipekerjaan dan syarat-syarat pelaksanaannya sebagai hasil dari analisis, yangbiasanya berisi tugas pokok dari uraian tersebut. Deskripsi pekerjaan tidakmembahas masalah orang atau pekerja, tetapi masalah ruang lingkup kegiatan,fungsi dasar atau tugas pokok, nama pekerjaan, wewenang dan kewajiban,tanggung jawab, kriteria penilaian dan hasilnya.

Menurut Rivai (2006), uraian atau deskripsi umumnya mengemukakantentang pentingnya beberapa informasi. Informasi tersebut yaitu sebagaiberikut :

a.       Nama pekerjaan

Nama pekerjaan dan informasi identifikasi lain seperti upah danklasifikasi keuntungan;

b.      Ringkasan

Ringkasan satu atau dua pernyataan kalimat yang menggambarkanpenggunaan pekerjaan dan output yang diharapkan dari karyawan yangmelaksanakan;

c.       Peralatan

Pernyataan singkat mengenai perlengkapan, peralatan, dan informasiyang diperlukan untuk melakukan pekerjaan itu secara efektif;

d.      Lingkungan

Deskripsi kondisi lingkungan kerja, lokasi kerja, dan karakteristiklingkungan lain yang seperti tingkat bahaya dan kebisingan.

e.       Aktivitas

Termasuk uraian tugas pekerjaan, tanggung jawab, dan tampilan perilakudalam pekerjaan. Juga menguraikan interaksi sosial yang berhubungandengan pekerjaan (sebagai contoh, ukuran kelompok kerja, tingkatkebebasan dalam melaksanakan pekerjaan).

E.     Spesifikasi Pekerjaan

Spesifikasi pekerjaan menggambarkan kualifikasi karyawan, sepertipengalaman, pengetahuan, keahlian, atau kemampuan yang disyaratkan untukmelaksanakan pekerjaan. Kualifikasi yang diperlukan karyawan untukmelaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawab yang digambarkan dalam uraianpekerjaan dimuat spesifikasi pekerjaan.

 

F.     Beban Kerja

Beban kerja seseorang sudah ditentukan dalam bentuk standar kerjaperusahaan menurut jenis pekerjaannya. Apabila sebagian besar karyawan bekerjasesuai dengan standar perusahaan, maka tidak menjadi masalah. Sebaliknya, jikakaryawan bekerja di bawah standar maka beban kerja yang diemban berlebih.Sementara jika karyawan bekerja di atas standar, dapat berarti estimasi standaryang ditetapkan lebih rendah dibanding kapasitas karyawan itu sendiri.

KebutuhanSDM dapat dihitung dengan mengidentifikasikan seberapa banyak outputperusahaan pada divisi tertentu yang ingin dicapai. Kemudian hal ituditerjemahkan dalam bentuk lamanya (jam dan hari) karyawan yang diperlukanuntuk mencapai output tersebut, sehingga dapat diketahui pada jenis pekerjaan apasaja yang terjadi deviasi negatif atau sesuai standar. Analisis beban kerja sangaterat kaitannya dengan fluktuasi permintaan pasar akan barang dan jasa perusahaansekaligus dengan pemenuhan SDM yang diperlukan untuk memenuhi permintaanpasar komoditi. Semakin tinggi permintaan pasar terhadap komoditi tertentu,perusahaan akan segera memenuhinya dengan meningkatkan produksinya. Sejalandengan itu jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan semakin banyak(Mangkuprawira, 2003).

Moekijat (2008) menyatakan bahwa prosedur yang sering digunakan untukmenentukan berapa jumlah tenaga kerja yang diperlukan adalah denganmenganalisis pengalaman. Catatan-catatan tentang hasil pekerjaan dapatmenunjukkan volume hasil rata-rata yang dicapai oleh setiap tenaga kerja. Rataratatersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menaksir kebutuhan tenaga kerja.

v  Work Sampling

Beban kerja dapat dihitung melalui metode work sampling. Barnesdalam Indriana (2009), menyatakan bahwa work sampling digunakan untukmengukur aktifitas pegawai dengan menghitung waktu yang digunakan untukbekerja dan waktu yang tidak digunakan untuk bekerja dalam jam kerjamereka, kemudian disajikan dalm bentuk persentase. Metode work samplingmengamati apa yang dilakukan oleh responden dan informasi yang dibutuhkandalam penelitian melalui metode ini adalah waktu kegiatan dan kegiatannyabukan siapa yang melakukan kegiatan.Barnes dalam Indriana (2009) menyatakan ada tiga kegunaan utamadari work sampling diantaranya adalah :

1.      Activity and Delay Sampling, yaitu untuk mengukur aktifitas danpenundaan aktifitas dari seorang pekerja. Contohnya adalah denganmengukur persentase seseorang bekerja dan persentase seseorang tidakbekerja.

2.      Performance Sampling, yaitu untuk mengukur waktu yang digunakanuntuk bekerja, dan waktu yang tidak digunakan untuk bekerja.

3.      Work Measurement, untuk menetapkan waktu standar dari suatu kegiatanTahapan-tahapan yang harus dilaksanakan dalam melakukan surveipekerjaan dengan work sampling diantaranya adalah :

a.       Menentukan jenis personil yang akan diteliti

b.      Apabila jumlah personel banyak, maka perlu dilakukan pemilihan sampelsebagai subjek personal yang akan diamati

c.       Membuat formulir daftar kegiatan

d.      Melatih pelaksana peneliti mengenai tata cara pengamatan kerja denganmenggunakan work sampling. Petugas pelaksana sebaiknya mempunyailatar belakang pendidikan yang sejenis dengan subjek yang akan diamatiuntuk mempermudah dalam proses pengamatan. Setiap pelaksanapeneliti mengamati 5-8 personel yang sedang bekerja.

e.       Pengamatan dilakukan dengan interval 2-15 menit tergantungkarakteristik pekerjaan. Makin tinggi tingkat mobilitas pekerjaan yangdiamati maka semakin pendek waktu pengamatan. Semakin pendek jarakpengamatan maka semakin banyak sampel pengamatan yang dapatdiamati oleh peneliti, sehingga akurasi penelitian menjadi semakinakurat. Pengamatan dilakukan selama jam kerja. Apabila jenis tenagayang diteliti berfungsi selama 24 jam maka pengamatan dilaksanakansepanjang hari.

G.    Perhitungan Kebutuhan Tenaga Kerja

Menurut Moekijat (2008) jumlah tenaga kerja yang diperlukan untukmenyelesaikan suatu jabatan dapat ditentukan yaitu pertama-tama denganmenentukan jumlah waktu yang sunguh-sungguh diperlukan untuk menyelesaikanjabatan. Waktu tersebut diperoleh berdasarkan studi waktu dan gerak. Kemudianlangkah berikutnya dengan menentukan persentase dari waktu yang dipergunakanuntuk kegiatan-kegiatan yang tidak langsung berhubungan tetapi bermanfaat bagiorganisasi, waktu untuk menghilangkan kelelahan, dan waktu untuk keperluanpribadi. Masing-masing waktu tersebut kemudian dijumlahkan sehingga diperolehjumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan jabatan. Selanjutnya, jumlahwaktu yang diperlukan untuk menyelesaikan jabatan dibagi jumlah waktu yangdisediakan untuk menyelesaikan jabatan tersebut. Hasil pembagian dikalikandengan satu orang sehingga diperoleh jumlah tenaga kerja yang diperlukan.

Penentuan jumlah tenaga kerja yang lebih tepat dapat dilakukan denganmenambahkan jumlah tenaga kerja yang telah dihitung dengan persentase tertentuatau persentase kelonggaran. Persentase ini menunjukkan besarnya kelonggaranyang dapat diterima akibat ketidakhadiran pegawai karena alasan sakit,meninggal, dan alasan-alasan lainnya.

Metode lain yang dapat digunakan untuk menghitung kebutuhan tenagakerja yaitu melalui perhitungan kebutuhan pegawai berdasarkan beban kerjaseperti yang terdapat dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur NegaraNomor : KEP/75/M.PAN/7/2004 tentang Pedoman Perhitungan KebutuhanPegawai berdasarkan Beban Kerja dalam rangka Penyusunan Formasi PegawaiNegeri Sipil. Perhitungan dapat dilakukan melalui metoda umum yaituperhitungan untuk jabatan fungsional umum dan jabatan fungsional tertentu yangbelum ditetapkan standar kebutuhannya oleh instansi Pembina. Perhitungankebutuhan pegawai dalam jabatan tersebut menggunakan acuan dasar datapegawai yang ada serta peta dan uraian jabatan. Oleh karena itu, alat pokok yangdipergunakan dalam menghitung kebutuhan pegawai adalah uraian jabatan yangtersusun rapi. Jumlah kebutuhan pegawai dihitung dengan mengidentifikasi bebankerja melalui beberapa pendekatan yaitu hasil kerja, objek kerja, peralatan kerja,tugas per tugas jabatan.

1.      Pendekatan Hasil Kerja

Hasil kerja adalah produk atau output jabatan. Metoda dengan pendekatanhasil kerja adalah menghitung formasi dengan mengidentifikasi beban kerja darihasil kerja jabatan. Metoda ini dipergunakan untuk jabatan yang hasil kerjanyafisik atau bersifat kebendaan, atau hasil kerja non fisik tetapi dapat dikuantifisir.

Perlu diperhatikan, bahwa metoda ini efektif dan mudah digunakan untuk jabatanyang hasil kerjanya hanya satu jenis. Informasi yang diperlukan dalammenggunakan metode ini adalah wujud hasil kerja dan satuannya, jumlah bebankerja yang tercermin dari target hasil kerja yang harus dicapai, dan standarkemampuan rata-rata untuk memperoleh hasil kerja.

2.      Pendekatan Objek Kerja

Objek kerja yang dimaksud disini adalah objek yang dilayani dalampelaksanaan pekerjaan. Metoda ini dipergunakan untuk jabatan yang bebankerjanya bergantung dari jumlah objek yang harus dilayani. Sebagai contoh,Dokter melayani pasien, maka objek kerja jabatan Dokter adalah pasien.

Banyaknya volume pekerjaan Dokter tersebut dipengaruhi oleh banyaknya pasien.Pendekatan melalui metode ini memerlukan informasi tentang wujud objek kerjadan satuan, jumlah beban kerja yang tercemin dari banyaknya objek yang harusdilayani, standar kemampuan rata-rata untuk melayani objek kerja.

3.      Pendekatan Peralatan Kerja

Peralatan kerja adalah peralatan yang digunakan dalam bekerja. Metode inidigunakan untuk jabatan yang beban kerjanya bergantung pada peralatankerjanya. Sebagai contoh, pengemudi beban kerjanya bergantung pada kebutuhanoperasional kendaraan yang harus dikemudikan. Adapun informasi yangdiperlukan dalam metode ini adalah satuan alat kerja, jabatan yang diperlukanuntuk pengoperasian alat kerja, jumlah alat kerja yang dioperasikan, dan rasiojumlah pegawai per jabatan per alat kerja (RPK).

4.      Pendekatan Tugas per Tugas Jabatan

Metoda ini adalah metoda untuk menghitung kebutuhan pegawai padajabatan yang hasil kerjanya abstrak atau beragam. Hasil beragam artinya hasilkerja dalam jabatan banyak jenisnya seperti yang terdapat pada pekerjaanpengadministrasian umum. Informasi yang diperlukan untuk dapat menghitungdengan metoda ini adalah uraian tugas beserta jumlah beban untuk setiap tugas,waktu penyelesaian tugas, dan jumlah waktu kerja efektif per hari rata-rata.

H.    Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil

Dalam perencanaan kepegawaian, di lingkungan pemerintah pun, perlu dilaksanakan analisis jabatan. Melalui analisis jabatan akan diperoleh diperoleh data/informasi tentang jabatan sebagai dasar penyusunan formasi, penerimaan, seleksi, penempatan, pengembangan dan penilaian. Dua hal penting yang harus diperhatikan dalam penyusunan kebutuhan PNS adalah formasi dan Analisis jabatan.

1.      Formasi

a.       Penetapan dan Tujuan Formasi

Formasi PNS diatur dalam PP No. 97 Tahun 2000 sebagaimana telah diubah dengan PP No. 54 Tahun 2003. Berdasarkan Peraturan Pemerintah tersebut, Formasi adalah penentuan jumlah dan susunan pangkat PNS yang diperlukan untuk mampu melaksanakan tugas pokok yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang. Penetapan formasi bertujuan agar satuan-satuan organisasi Pemerintah/Negara mempunyai jumlah dan mutu PNS yang memadai sesuai beban kerja dan tanggung jawab pada masing-masing satuan organisasi.

Formasi PNS Pusat adalah formasi bagi PNS yang bekerja pada suatu satuan organisasi Pemerintah Pusat. Formasi PNS Pusat untuk masing-masing satuan organisasi Pemerintah Pusat setiap tahun anggaran ditetapkan oleh MENPAN, setelah mendapat pertimbangan Kepala BKN berdasarkan usul dari Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat. Dalam penetapan formasi ini harus mendapat pertimbangan Menteri Keuangan.

b.      Pokok-pokok dalam Penyusunan Formasi

1)      Dasar Penyusunan Formasi, Dalam penyusunan formasi, yang menjadi dasar pertimbangan adalah: (a) jenis pekerjaan; (b) sifat pekerjaan; (c) perkiraan beban kerja; (d) perkiraan kapasitas pegawai; (e) kebijakan pelaksanaan pekerjaan; (f) jenjang dan jumlah jabatan serta pangkat; (g) peralatan yang tersedia.

2)      Sistem Penyusunan Formasi, Penyusunan formasi dilaksanakan melalui dua sistem, yaitu: (a) sistem sama, yaitu suatu sistem yang menentukan jumlah dan kualitas yang sama bagi semua unit organisasi yang sama dengan tidak memperhatikan besar kecilnya beban kerja. (b) Sistem ruang lingkup, yaitu suatu sistem yang menentukan jumlah dan kualitas PNS berdasarkan jenis, sifat dan beban kerja yang dipikulkan pada unit organisasi itu.

3)      Kebutuhan Pegawai, Untuk mengetahui kebutuhan pegawai, analisis jabatan dilakukan sebagai dasar penyusunan formasi. Melalui analisis ini dapat digambarkan secara konkrit jumlah dan kualitas PNS yang diperlukan oleh suatu unit organisasi untuk melaksanakan tugasnya secara berdaya guna dan berhasil guna.

4)      Anggaran Belanja Negara, Penetapan formasi PNS bagi suatu organisasi pada akhirnya sangat ditentukan oleh tersedianya anggaran. Oleh karena itu walaupun suatu formasi telah disusun secara rasional berdasarkan hasil analisis jabatan yang ditetapkan menjadi kebutuhan pegawai, akan tetapi menjadi pertimbangan yang paling mendasar adalah kemampuan anggaran yang tersedia.

2.      Analisis Jabatan

Dalam penempatan PNS pada jabatan yang tepat dalam susunan organisasi, terlebih dahulu harus diketahui mengenai informasi tentang tugas fungsi dan beban kerja organisasi tersebut. Informasi tersebut hanya dapat diketahui melalui hasil analisis jabatan. Analisis jabatan adalah proses untuk menguraikan data dan informasi tentang jabatan yang kesemuanya itu diperlukan sebagai bahan penyusunan formasi pegawai, meliputi jumlah dan kualitas yang dibutuhkan.

Analisis jabatan bertujuan untuk mengetahui data/informasi guna menetapkan : (a) kuantitas dan kualitas PNS yang diperlukan dalam suatu organisasi; (b) pengembangan kompetensi PNS melalui pendidikan dan pelatihan; (c) evaluasi jabatan; (d) penilaian pelaksanaan pekerjaan; (e) promosi dan/atau pemindahan; serta (f) pengembangan kinerja organisasi. Dengan diperolehnya data dan informasi hasil analisis jabatan diharapkan perencanaan kepegawaian dapat dilaksanakan secara efektif.

I.       Tinjauan Studi Terdahulu

Lituhayu (2008) dalam skripsinya yang berjudul Analisis Beban Kerja danKinerja Karyawan (Studi Kasus pada Head Office) PT Lerindo InternasionalJakarta, menyatakan bahwa permasalahan beban kerja yang terjadi pada karyawanPT. Lerindo Internasional antara lain : jumlah karyawan yang masih belum cukupuntuk menangani pekerjaan yang ada (khususnya pada divisi Operation, Sales,dan HR), gaji dan insentif yang masih kurang sesuai dengan beban kerja,kurangnya pelatihan bagi karyawan, pendistribusian pekerjaan yang kurang baikserta beban kerja karyawan yang belum sesuai (khususnya pada divisi Operation,Sales, dan HR).

Berdasarkan hasil analisis persepsi beban kerja pada penelitian tersebut,terdapat perbedaan beban kerja pada masing-masing divisi di perusahaan. Divisisupport memiliki total beban kerja yang paling rendah daripada divisi lainnya, dandivisi operation memiliki total beban kerja yang paling tinggi diantara divisilainnya. Kemudian, berdasarkan hasil perhitungan jumlah total karyawan yangefisien pada Head Office PT. Lerindo Indonesia diperoleh jumlah sebanyak 38orang. Jumlah karyawan efisien pada divisi Finance dan Accounting sebesar tujuhorang, divisi HRD sebesar enam orang, divisi Operation sebesar sepuluh orang,divisi Sales sepuluh orang dan divisi Support sebesar lima orang.

Kinerja karyawan secara rata-rata dinilai sudah baik berdasarkan hasilanalisis persepsi karyawan sebagai responden. Kinerja yang baik tersebut meliputi: cara penyelesaian kerja, kesesuaian kualitas dan kuantitas pekerjaan denganstandar dan kompetensi, kemampuan adaptasi, bekerja sama, kesadarankeselamatan kerja, pelayanan yang diberikan, produktivitas dan absensi.

 

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

 

Efektif tidaknya suatu organisasi sangat tergantung pada kemampuan SDM yang ada di dalamnya. Dengan kata lain, kapasitas SDM yang ada dalam suatu organisasi lah yang akan mampu mengarahkan organisasi pada pencapaian tujuan.

Keberadaan SDM yang kapabel tentu tidak terlepas dari upaya untuk mendapatkan SDM yang kapabel tersebut. Salah satu langkah mendasar yang harus dilakukan oleh setiap organisasi, untuk mendapatkan SDM yang tepat jumlah dan tepat kualitas adalah analisis jabatan. Pengabaian terhadap analisis jabatan akan membuat organisasi mengalami kerugian. Kerugian yang dimaksud dalam hal ini tidak janya berupa inefisiensi anggaran, akan tetapi jug pada kualitas layanan yang diberikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Hariandja, M.T.E. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia Pengadaan, Pengembangan, Pengkompensasian, dan Peningkatan Produktivitas Pegawai. Jakarta: Grasindo.

Hasibuan, M.S.P. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

Keputusan MENPAN Nomor: KEP/75/M.PAN/7/2004 Tentang Pedoman Perhitungan Kebutuhan Pegawai Berdasarkan Beban Kerja Dalam Rangka Penyusunan Formasi PNS.

Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil.

Pynes, J.E. 2004. Human Resources Management for Public and Nonprofit Organizations (Second Edition). San Francisco: Jossey Bass.

Sofyandi, H. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Wursanto. 1991. Manajemen Kepegawaian 1. Yogyakarta: Kanisius.

Yuniarsih Tj dan Suwatno. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Teori, Aplikasi dan Isu Penelitian. Bandung: Alfabeta.

AKTIVA TETAP BERWUJUD

BAB  VII

AKTIVA TETAP BERWUJUD

(Depresiasi dan Deplesi)

 

A. PENGERTIAN PENYUSUTAN (DEPRESIASI)

Aktiva yang telah dipakai dalam beberapa tahun tentu mengalami penurunan nilai wajar sehingga tidak mungkin perusahaan akan menyajikan berdasar harga perolehan semula. Juga perlu disepakati bahwa kebanyakan tidak dapat dihindarkan  bahwa manfaat aktiva telah menurun. Agar nilai aktiva mendekati harga pasar atau nilai wajar maka tiap-tiap tahun perusahaan akan mengalokasikan harga perolehan menjadi biaya setiap periode akuntansi. PSAK No.17 mendefinisikan depresiasi (penyusutan) adalah alokasi jumlah aktiva suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi yang akan dibebankan ke pendapatan baik secara langsung maupun tidak langsung. Aktiva tidak disusutkan berdasarkan  penurunan nilai  wajarnya, tetapi berdasarkan pembebanan sistematik pada perkiraan beban (expense).

Keyso Weygandt dalam Herman Wibowo (1995:2) mendefinisikan penyusutan sebagai proses akuntansi untuk mengalokasikan harga pokok (cost) aktiva berwujud pada beban dengan cara yang sistematik dan rasional dalam periode-periode yang mengambil manfaat dari penggunaan aktiva tersebut. Menurut definisi ini nampaknya pendekatan alokasi biaya diantara tanggal penyusunan neraca digunakan karena pencocokan biaya dengan pendapatan harus dilakukan dan nilai pasar bersifat fluktuasi yang sulit diukur.

Comitte on terminology dari AICPA (1953) dalam Zaki Baridwan mendefinisikan akuntansi depresiasi adalah suatu sistem akuntansi yang bertujuan untuk membagikan harga perolehan atau nilai dasar lain dari aktiva tetap berwujud, dikurangi nilai sisa (jika ada) selama umur kegunaan unit yang ditaksir (mungkin berupa suatu kumpulan aktiva-aktiva) dalam suatu cara yang sistematis dan rasional. Ini merupakan proses alokasi bukan penilaian. Beban depresiasi untuk suatu tahun adalah sebagian dari jumlah total beban itu yang dengan sistem tersebut dialokasikan ke tahun yang bersangkutan. Meskipun di dalam alokasi itu diperhitungkan hal-hal yang terjadi selama tahun itu, tidaklah dimaksudkan sebagai alat pengukur terhadap akibat-akibat dari kejadian-kejadian itu.

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa penyusutan adalah alokasi harga perolehan dan dapat kita bandingkan mana yang penyusutan dan mana yang bukan.

  1. Penyusutan bukan proses penilaian. Perusahaan tidak mencatat penyusutan berdasarkan nilai pasar (jual) aktiva.
  2. Penyusutan bukan berarti bahwa perusahaan menyisihkan kas untuk mengganti aktiva ketika sudah habis masa pakainya. Penyusutan tidak ada hubungannya dengan kas.

Perlu juga ditegaskan bahwa tidak semua aktiva tetap dapat disusutkan, aktiva yang dapat disusutkan adalah yang memenuhi kriteria :

1)      Aktiva tersebut dapat digunakan lebih dari satu periode akuntansi.

2)      Aktiva tersebut memiliki masa manfaat yang terbatas.

3)      Aktiva yang dimiliki perusahaan untuk digunakan dalam produksi atau memasok barang atau jasa, untuk disewakan, atau untuk tujuan administrasi.

Penyusutan (depresiasi) digunakan untuk alokasi harga perolehan terhadap aktiva tetap yang memiliki kriteria seperti tersebut di atas, sehingga yang tidak memiliki tidak dapat digolongkan sebagai aktiva tetap. Tanah merupakan aktiva perusahaan tetapi karena  memiliki masa manfaat yang tidak terbatas maka tidak didepresiasi. Mobil yang digunakan untuk mengantar sepeda motor ke pelanggan pada perusahaan  dagang sepeda motor  termasuk  aktiva tetap yang harus didepresiasi, tetapi mobil yang dipajang untuk dijual bukan termasuk aktiva yang didepresiasi tetapi termasuk persediaan barang dagangan.

Untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang yang melibatkan sumber-sumber  alam, seperti batubara, pertambangan emas, pengeboran minyak dan sebagainya, istilah alokasi harga perolehan sering disebut dengan deplesi (depletion). Sedangkan untuk aktiva tetap tidak berwujud seperti hak merk, paten, goodwill alokasi harga perolehannya disebut dengan amortisasi yang akan dibahas pada bab berikutnya.

 

B. Faktor- faktor yang menentukan besarnya depresiasi

Untuk menghitung besarnya depresiasi setiap periode diperlukan beberapa hal :

1)      Dasar atau metode yang digunakan untuk aktiva yang bersangkutan.

Dasar atau metode yang digunakan ini umumnya melihat jenis aktivanya, gedung umumnya digunakan metode garis lurus, mesin atau kendaraan umumnya digunakan metode jam jasa atau metode angka tahun.

2)      Taksiran umur kegunaan aktiva

Taksiran ini perlu dipertimbangkan penyebab keausan fisik dan fungsional. Terkait dengan metode depresiasi yang digunakan maka taksiran umur dapat berupa lamanya dalam berapa tahun aktiva dapat digunakan dapat juga dengan taksiran hasil produksi (untuk mesin) kira-kira dapat untuk memproduksi berapa satuan sampai mesin itu aus. Untuk kendaraan taksiran dapat  dengan satuan jam kerja, yaitu berapa kilometer  kendaraan  tersebut dapat digunakan sampai aus.

C. Metode perhitungan depresiasi 

Metode penyusutan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

  1. Metode garis lurus (straight-line)
  2. Metode aktivitas (unit penggunaan atau produksi)
  3. Metode beban menurun (reducing-charge method)

a)      Metode angka tahun (sum of years-digits  method)

b)      Metode menurun ganda (double declining balance method)

c)      Metode tarif menurun (declining rate on cost method)

  1. Metode penyusutan khusus

a)      Metode persediaan

b)      Metode penarikan dan penggantian

c)      Metode kelompok dan gabungan

d)     Metode bunga majemuk

 

  1. 1.      Metode garis lurus (straight-line)

Metode ini dapat dikatakan paling sederhana dan mudah sehingga banyak digunakan, yaitu dengan mengalokasikan harga perolehan selama umur kegunaan yang ditaksir. Dengan demikian besarnya penyusutan tiap tahun sama (kecuali kalau ada penyesuaian-penyesuaian misal penilaian kembali aktiva).

Contoh 1 : Sebuah gedung yang dibangun dengan harga perolehan Rp250.000.000,00 setelah digunakan selama 5 tahun gedung ditaksir senilai Rp 50.000.000,00.

Dari contoh di atas gedung dapat didepresiasi dengan rumus:

Depresiasi =

Dari contoh di atas maka besarnya depresiasi tiap tahun dapat dihitung sebagai berikut :

Jika disajikan dalam tabel penyusutan maka akan seperti di bawah ini :

Tabel Depresiasi – Metode Garis Lurus

Akhir Thn      ke-

Debit Depresiasi

Kredit Akumulasi Depresiasi

Total Akumulasi Depresiasi

Nilai Buku Aktiva

Rp 250.000.000,00

1

Rp 40.000.000,00

Rp 40.000.000,00

Rp  40.000.000,00

Rp 210.000.000,00

2

Rp 40.000.000,00

Rp 40.000.000,00

Rp  80.000.000,00

Rp 170.000.000,00

3

Rp 40.000.000,00

Rp 40.000.000,00

Rp120.000.000,00

Rp 130.000.000,00

4

Rp 40.000.000,00

Rp 40.000.000,00

Rp160.000.000,00

Rp   90.000.000,00

5

Rp 40.000.000,00

Rp 40.000.000,00

Rp200.000.000,00

Rp   50.000.000,00

Metode tersebut sering digunakan karena mudah namun kurang mempertimbangkan ketepatan metode sehingga ketika disajikan aktiva menjadi tidak wajar. Dalam hal aktiva berupa mesin metode ini kurang tepat karena mesin tiap-tiap tahun kapasitas produksi semakin menurun sedangkan depresiasi tetap maka khususnya pada tahun terakhir beban depresiasi tidak imbang antara jumlah beban depresiasi masih tetap besar sedangkan  jumlah produk yang dihasilkan berkurang.

  1. 2.      Metode aktivitas (unit penggunaan atau produksi)

Metode aktivitas mengasumsikan bahwa penyusutan merupakan fungsi dari penggunaan atau produktivitas dan bukan dari berlalunya waktu. Dalam metode ini yang ditaksir adalah satuan keluaran (output) yang diberikan (jumlah yang diproduksi sampai aktiva itu aus). Metode ini    seringkali disebut dengan pendekatan beban variabel.

Contoh 2: mesin yang dibeli dengan harga perolehan Rp 250.000.000,00 ditaksir selama empat tahun dapat memproduksi 45.000 unit produksi dan nilai residu Rp25.000.000,00.

Dari contoh di atas depresiasi dapat dihitung sebagai berikut :

Tarif depresiasi per unit   =

Tarif depresiasi per unit   =

= Rp 5.000,00 per unit.

Setelah terdapat tarif maka depresiasi dihitung sesuai dengan unit produksi yang dihasilkan, misalnya pada tahun pertama menghasilkan 12.000 unit maka besarnya depresiasi = 12.000 x Rp 5.000,00 = Rp60.000.000,00

Selanjutnya setelah diketahui jumlah produksi tiap tahunnya maka dapat disajikan dalam tabel seperti di bawah ini :

Tabel Depresiasi – Metode Hasil Produksi

Thn Ke-

Hasil Produk       (unit)

Debit Depresiasi

Kredit Akumulasi Depresiasi(Total)

Nilai Buku Mesin

Rp 250.000.000,00

1

12.000

Rp 60.000.000,00

Rp 60.000.000,00

Rp 190.000.000,00

2

11.500

Rp 57.500.000,00

Rp 117.500.000,00

Rp 132.500.000,00

3

11.000

Rp 55.000.000,00

Rp 172.500.000,00

Rp   77.500.000,00

4

10.500

Rp 52.500.000,00

Rp225.000.000,00

Rp   25.000.000,00

Pada tabel di atas jumlah produk yang dihasilkan itu hanya permisalan yang memang secara logika menurun, dalam praktik tidak pasti menurunnya secara sistematik seperti tersebut di atas. Metode ini dapat juga digunakan untuk depresiasi aktiva berupa kendaraan.

Contoh 3 : Misalnya kendaraan yang dibeli dengan harga perolehan Rp200.000.000,00 dan digunakan selama lima tahun ditaksir dapat sampai 18.000 km dengan nilai sisa Rp 20.000.000,00 maka tarif depresiasi per km adalah =    = Rp 10.000,00

Misal tahun pertama digunakan 4.500 km maka depresiasi tahun itu adalah : 4.500 x Rp 10.000,00 = Rp 45.000.000,00

Jika dimisalkan selama lima tahun penggunaannya menurun setiap tahun maka dapat disajikan dalam tabel seperti di bawah ini :

Tabel Depresiasi – Metode Jam Jasa

Thn Ke-

Jam Kerja Kendaraan      (km)

Debit Depresiasi

Kredit Akumulasi Depresiasi(total)

Nilai Buku Kendaraan

Rp 200.000.000,00

1

4.500

Rp  45.000.000,00

Rp  45.000.000,00

Rp 155.000.000,00

2

4.000

Rp  40.000.000,00

Rp  85.000.000,00

Rp 115.000.000,00

3

3.800

Rp  38.000.000,00

Rp  123.000.000,00

Rp   77.000.000,00

4

3.200

Rp  32.000.000,00

Rp 155.000.000,00

Rp   45.000.000,00

5

2.500

Rp  25.000.000,00

Rp  180.000.000,00

 Rp   20.000.000,00

18.000

Rp180.000.000,00

Rp180.000.000,00

Metode ini juga sangat tepat jika digunakan untuk menghitung depresiasi aktiva berupa kendaraan, karena sesuai dengan jam pemakian dan kendaraan makin  aus maka kapasitas kendaraan menurun.

  1. 3.      Metode beban menurun (reducing-charge method)

Metode ini beban penyusutan  tiap tahunnya berkurang, pendekatan ini menggunakan rasional bahwa pada tahun-tahun awal mesin dapat berproduksi lebih banyak dibanding tahun-tahun berikutnya. Hal yang lain adalah semakin tambah tahun maka keadaan mesin menurun dan membutuhkan biaya reparasi dan pemeliharaan yang semakin besar. Metode ini ada beberapa cara yaitu: a) metode  angka tahun (sum of years-digits  method) b) metode menurun ganda (double declining balance method) c) metode tarif menurun (declining rate on cost method)

a)   Metode angka tahun (sum of years-digits  method)

Pada metode jumlah penyusutan pada tahun pertama besar kemudian menurun berdasarkan pecahan yang menurun dari dasar penyusutan. Pecahan terdiri dari penyebut dan pembilang, sebagai penyebut adalah jumlah tahun misal mesin ditaksir berumur 5 tahun maka penyebutnya adalah : 5+4+3+2+1 = 15. Sedangkan sebagai pembilangnya adalah jumlah taksiran umur kegunaan yang tersisa pada awal tahun, dengan demikian pembilangnya menurun sedangkan penyebutnya tetap yaitu 15. Dari mesin yang berumur 5 tahun tersebut pecahannya menjadi 5/15; 4/15; 3/15; 2/15; 1/15 dikalikan harga perolehan dikurangi nilai sisa (jika ada).

Contoh 4 : Mesin yang dibeli dengan harga Rp 300.000.000,00 ditaksir berumur 5 tahun dan memiliki nilai residu Rp 30.000.000,00. Dari contoh di atas maka sebagai penyebutnya adalah 5+4+3+2+1 = 15, pembilangnya tahun ke 1=5; ke2=4; ke 3=3; ke 4=2 dan ke 5=1. Selanjutnya dari perhitungan penyusutan beban penyusutan dapat disajikan pada tabel di bawah ini :

 

Tabel Depresiasi – Metode Penyusutan Jumlah Angka Tahun

Thn

Dasar Penyusutan

Umur Tersisa dalam Tahun

Pecahan Penyust

Beban Penyusutan

Nilai Buku Akhir Tahun

Rp300.000.000,00

1

Rp270.000.000,00

5

5/15

Rp  90.000.000,00

Rp210.000.000,00

2

Rp270.000.000,00

4

4/15

Rp  72.000.000,00

Rp138.000.000,00

3

Rp270.000.000,00

3

3/15

Rp  54.000.000,00

Rp  84.000.000,00

4

Rp270.000.000,00

2

2/15

Rp  36.000.000,00

Rp  48.000.000,00

5

Rp270.000.000,00

1

1/15

Rp  18.000.000,00

Rp  30.000.000,00

15

Rp270.000.000,00

b) Metode menurun ganda (double declining balance method)

Metode ini sering disebut dengan penyusutan yang dipercepat (accelerated depreciation method) yaitu jumlah penyusutan pada  tahun-tahun awal besar dan pada tahun belakangan kecil. Teknik perhitungan metode ini adalah menghitung dengan cara garis lurus kemudian dikalikan beberapa kelipatan, misal kalau mesin ditaksir umur 5 tahun maka menurut garis lurus adalah 10% namun dengan metode ini misal dikalikan 2 menjadi 20%. Jika umur mesin 10 tahun maka menjadi 20%. Oleh karena itu metode ini disebut dengan metode saldo menurun berganda (Double Declining Balance=DDB.

Dari contoh  4  di atas jika mesin menggunakan metode saldo menurun ganda akan tampak pada tabel di bawah ini :

Tabel Depresiasi – Metode Penyusutan Menurun Ganda

(dlm rupiah)

Thn

Nilai Buku Aktiva Awal Tahun

Tarif Saldo Menurun

Debet Beban Penyusutan

Saldo Akumulasi Penyusutan

Nilai Buku Akhir Tahun

1

300.000.000,00

40%

120.000.000,00

120.000.000,00

180.000.000,00

2

180.000.000,00

40%

72.000.000,00

192.000.000,00

108.000.000,00

3

108.000.000,00

40%

43.200.000,00

235.200.000,00

64.800.000,00

4

64.800.000,00

40%

25.920.000,00

261.120.000,00

38.880.000,00

5

38.880.000,00

40%

8.880.000,00

270.000.000,00

30.000.000,00

Keterangan :

1)   Tarif saldo menurun = 2 x metode garis lurus = 2X20% =40%

2)   Penyusutan tahun terakhir tidak sama dengan 40% x nilai buku aktiva tahun ke empat, karena nilai sisa tidak boleh lebih rendah dari Rp30.000.000,00.

c)   Metode tarif menurun (declining rate on cost method)

Metode ini menggunakan suatu tarif tertentu dikalikan dengan jumlah yang harus disusutkan, hanya saja tarifnya makin makin menurun misal tahun ke-1=20% kemudian tiap menurun 2% sehingga tarif penyusutan 20%, 18%, 16%, 14% dan seterusnya.

  1. 4.      Metode penyusutan khusus

Metode penyusutan khusus dapat diterapkan  dengan alasan bahwa aktiva memiliki karakteristik yang unik atau sifat industrinya yang berbeda yang mana harus menggunakan metode penyusutan khusus. Metode ini dapat digolongkan ke dalam lima kelompok yaitu :

a.   Metode persediaan

Metode persediaan ini diterapkan untuk aktiva berwujud yang kecil-kecil seperti misalnya alat-alat pabrik (tools). Beban penyusutan akan dihitung seperti menghitung harga pokok penjualan pada persediaan barang dagangan. Keyso (1995:10) menjelaskan persediaan perkakas (tools) dapat diambil awal atau akhir tahun, nilai pada awal tahun ditambah harga pokok perkakas yang diperoleh untuk tahun itu dikurangi dengan nilai persediaan akan memberikan jumlah beban penyusutan untuk tahun itu. Metode ini memang praktis tetapi tidak ”sistematik dan rasional”, karena hampir mirip dengan pembebanan biaya pemeliharaan aktiva hanya menyediakan alat-alat sendiri tidak melalui bengkel di luar.

b.   Metode penarikan dan penggantian (retirement and replacement method)

Metode penarikan dan penggantian ini menggunakan asumsi bahwa kemungkinan bahwa penarikan atau penggantian berlangsung adalah sudah pasti, sebaliknya penyusutan hanyalah suatu fungsi bila penarikan atau penggantian terjadi. Perbedaan dari istilah penarikan dan penggantian adalah : metode penarikan (retirement) membebankan harga pokok yang ditarik (dikurangi nilai sisa) ke beban penyusutan sedangkan metode penggantian membebankan harga pokok unit yang dibeli dikurangi nilai sisa dari unit yang digantikan ke beban penyusutan.

c.   Metode kelompok dan gabungan

Pada perusahaan tentu memiliki beberapa aktiva yang sejenis, aktiva ini dapat dikelompokkan ke dalam aktiva yang mempunyai umur dan fungsi yang berbeda, maka aktiva ini bisa dibagi-bagi (dikelompokkan) sesuai dengan fungsinya. Namun juga dapat dikelompokkan berdasar aktiva yang tidak sama dan mempunyai umur yang berbeda, ini dinamakan metode gabungan (composite method). Perbedaan antara metode kelompok dan gabungan adalah : metode kelompok (group method) mengacu pada kumpulan aktiva-aktiva yang bersifat sama dan digunakan untuk aktiva yang bersifat homogen dan mempunyai umur kegunaan yang kurang lebih sama. Sedangkan metode gabungan (composite method) mengacu pada kumpulan aktiva yang bersifat tidak sama dan digunakan untuk aktiva yang bersifat heterogen dan mempunyai umur yang berbeda.

Contoh 5 :

Dari contoh beberapa aktiva (contoh 1 sampai 4) di atas yang disusun dengan metode yang berbeda, jika dimisalkan akan diubah menjadi metode gabungan dengan asumsi bahwa semuanya menggunakan metode garis lurus dan umur dianggap 5 tahun semua. Jika disusun dalam suatu tabel akan tampak seperti tabel di bawah ini.

Aktv

Harga Perolehan

Nilai Sisa

HP yang Didepresiasi

Taskiran Umur

Depresiasi Tahunan

   I

250.000.000,00

50.000.000.000,00

200.000.000,00

   5

40.000.000,00

   II

250.000.000,00

25.000.000.000,00

225.000.000,00

   5

45.000.000,00

  III

200.000.000,00

20.000.000,00

180.000.000,00

   5

36.000.000,00

  IV

300.000.000,00

30.000.000,00

270.000.000,00

   5

54.000.000,00

1.000.000.000,00

875.000.000,00

175.000.000,00

d.   Metode bunga majemuk

Metode ini umumnya digunakan pada industri pelayanan umum dan jarang digunakan pada industri-industri lain karena ”tidak rasional”. Sesuai dengan namanya metode bunga majemuk (compound interest method) adalah mirip dengan metode anuitas yaitu metode beban meningkat yang menghasilkan beban penyusutan yang lebih rendah pada tahun-tahun awal dan beban penyusutan yang lebih tinggi pada tahun-tahun belakangan. Hal inilah yang dikatakan tidak rasional oleh karena itu jarang digunakan.

Setelah dari beberapa metode di atas besarnya penyusutan dihitung maka dicatat dalam jurnal yaitu :

Beban depresiasi …………….  xx

Akumulasi depresiasi………….. xx

D. DEPLESI

Istilah Deplesi sering digunakan untuk akuntansi sumber daya alam, karena sumber daya alam juga termasuk aktiva tetap. Seperti halnya aktiva tetap lainnya sumber daya alam setelah dieksploitasi kemudian diolah terus menerus maka lama kelamaan sumber daya alam akan habis. Oleh karena itu perlu ada pembebanan biaya yang mirip dengan persediaan. Hongren Harison (2007: 501) mendefinisikan beban deplesi adalah bagian dari biaya sumber daya alam  yang digunakan selama periode tertentu. Contoh sumber daya alam yang dimaksud adalah tambang emas, bijih besi, minyak, gas alam. Hasil eksploitasi sumber daya alam tersebut kemudian diolah maka akan menjadi persediaan barang yang dapat dijual. Dengan demikian deplesi ini ada kemiripan dengan persediaan, depresiasi.

Zaki Baridwan (2007: 321) menyatakan beberapa perbedaan depresiasi dan deplesi sebagai berikut :

i.    Deplesi merupakan pengakuan terhadap pengurangan kuantitatif yang terjadi dalam sumber-sumber alam, sedangkan depresiasi merupakan pengakuan terhadap pengurangan service (manfaat ekonomi) yang terjadi dalam aktiva tetap.

ii.   Deplesi digunakan untuk aktiva tetap yang tidak dapat diganti langsung dengan aktiva yang sama jika sudah habis, sedangkan depresiasi digunakan untuk aktiva tetap yang pada umumnya dapat diganti jika sudah habis.

iii.  Deplesi adalah pengakuan terhadap perubahan langsung dari suatu sumber alam menjadi barang yang dapat dijual, sedangkan depresiasi adalah alokasi harga perolehan ke pendapatan periode yang bersangkutan untuk suatu service yang dihasilkan (kecuali dalam perusahaan di mana depresiasi dihitung berdasar hasil produksi.)

E. METODE PERHITUNGAN DEPLESI

Seperti halnya depresiasi dalam menghitung besarnya deplesi perlu memperhatikan faktor-faktor : harga perolehan aktiva, taksiran nilai sisa jika sumber alam sudah selesai di eksploitasi dan taksiran hasil yang secara ekonomis dapat di eksploitasi. Rumus yang digunakan hampir sama dengan depresiasi metode aktivitas yaitu metode hasil produksi.

Beban deplesi = jumlah unit yang dihasilkan

Contoh 6 :

Suatu perusahaan pengeboran tambang bijih besi membeli tanah yang mengandung bijih besi tersebut senilai Rp 500.000.000,00, ditaksir dapat di eksploitasi sebanyak 4.500 ton. Tanah tersebut setelah dieksploitasi diperkirakan masih mempunyai nilai sisa Rp50.000.000,00. Jika tahun pertama dapat dieksploitasi sebanyak 1.500 ton maka beban  deplesi dapat dihitung sebagai berikut  =

Beban deplesi =  = Rp 150.000.000,00

Jurnal yang dibuat untuk mencatat beban deplesi adalah :

Deplesi ………………………………Rp 150.000.000,00

Akumulasi Deplesi …………………………………….Rp150.000.000,00

Latihan Soal

 

Soal 1:

Suatu aktiva dengan harga perolehan Rp 100.000.000,00 diperkirakan berumur 4 tahun dengan nilai residu Rp 10.000.000,00. Dalam 4 tahun diperkirakan  dapat memproduksi 200.000 unit dan jika dihitung dengan jam pemakaian 300.000 jam.

Diminta:

Buatlah perhitungan depresiasi jika digunakan metode :

  1. Angka Tahun (disertai pembuatan tabel)
  2. Saldo Menurun Ganda (disertai pembuatan tabel)
  3. Jumlah produksi jika tahun pertama berproduksi 70.000 unit

Soal 2 :

Suatu aktiva dengan harga perolehan Rp 180.000.000,00 diperkirakan berumur 4 tahun dengan nilai residu Rp 20.000.000,00.Dalam 4 tahun diperkirakan dapat memproduksi 800.000 unit, dan jika dihitung dengan jam pemakaian dapat dipakai 400.000 jam.

Diminta:

Buatlah perhitungan depresiasi jika digunakan :

  1. Metode  Angka Tahun (disertai pembuatan tabel)
  2. Metode Saldo Menurun  atau metode % tertentu dari nilai buku (disertai pembuatan tabel).
  3. Metode jumlah produksi jika skala produksinya :tahun 1: 170.000 unit ; tahun ke 2, 230.000 unit; tahun ke 3 : 220.000 unit  dan tahun ke 4 : 180.000 unit .
  4. Metode jam jasa jika tahun ke 1 digunakan  120.000 jam; tahun  ke 2, 110.000 tahun  ke 3,95.000 dan tahun ke 4, 75.000 jam.

 

 

 

 

SOAL 3 :

PT. Aku mempunyai kendaraan yang dibeli pada tanggal 1 Januari 2008 dengan harga Rp 90.000.000,00 diperkirakan berumur 6 tahun. Pada tanggal 1 Juli 2009 ditukar dengan mesin dengan menambah uang Rp 20.000.000,00 dan selembar wesel Rp 10.000.000,00 harga pasar Rp 45.000.000,00.

Mesin yang baru ditaksir berumur 5 tahun dan setelah berjalan 2 tahun diadakan penilaian kembali dengan harga perolehan kembali Rp 40.000.000,00 dengan kondisi 60 %.

Diminta:

Buatlah jurnal yang berhubungan dengan aktiva tersebut dan disertai perhitungan !

 

SOAL 4:

Neraca PT. Rini pada tanggal 1 Januari 2000 menunjukkan saldo-saldo sbb:

Asuransi dibayar di muka                                           Rp      360.000,00

Mesin dan perabot (umur ekonomis 8 tahun)             Rp 60.000.000,00

Akumulasi depresiasi mesin dan perabot                    Rp 24.000.000,00

Gedung (umur ekonomis 20 tahun)                            Rp 90.000.000,00

Akumulasi depresiasi gedung                                     Rp 22.500.000,00

Asuransi dibayar di muka adalah 2 buah polis :

  1. Untuk mesin & perabot, jumlah pertanggungan Rp 30.000.000,00 tanggal 1 Juli 1998, jangka waktu 3 tahun premi Rp 120.000,00
  2. Untuk gedung jumlah pertanggungan Rp 45.000.000,00 tanggal 1 Januari 1999 jangka waktu 3 tahun dengan syarat asuransi bersama 80 %, premi Rp 1.800.000,00.

Pada tanggal 1 Januari 2000 rekening asuransi dibayar di muka menunjukkan jumlah sebagai berikut :

Mesin dan perabot                                          Rp 120.000,00

Gedung                                                           Rp 240.000,00

Pada tanggal 1 April 2001, kebakaran yang merusak seluruh mesin dan perabot, persediaan barang (harga pokok sebesar Rp 25.000.000,00 dan tidak diasuransikan) dan dua pertiga gedung. Harga pasar barang-barang yang terbakar pada saat kebakaran adalah mesin dan perabot Rp 40.000.000,00; gedung Rp 70.000.000,00; dan persediaan barang Rp 25.000.000,00.

Diminta:

  1. Buatlah perhitungan yang meliputi jumlah kerugian ganti rugi yang diterima dari asuransi!
  2. Buatlah jurnal yang diperlukan mulai dari kebakaran sampai menerima ganti rugi dari pihak asuransi!

 

SOAL 5:

1 Maret 2001 : Dibeli kembali 100 lembar saham sebagai Treasury Stock dengan harga Rp 6.500,00 per lembar , saham yang dimaksud adalah saham yang dijual tanggal 1 April 2000 dengan harga Rp 6.000,00 per lembar.

1 Juli 2001 : Saham yang dibeli sebagai Treasury Stock tersebut dijual kembali dengan harga Rp 7.500,00 per lembar.

Diminta :

Buatlah jurnal yang berkaitan dengan transaksi jual beli saham tersebut, Treasury Stock  dicatat  dengan metode nilai nominal!

SOAL 2:

PT. Sarinah pada tanggal 1 Januari 1998 merencanakan akan mengeluarkan obligasi sebanyak 1000 lembar obligasi dengan nominal Rp 10.000,00per lembar, bunga 12 % pertahun dan dibayar tiap setengah tahun pada tanggal 1 Januari dan 1 Juli, obligasi jatuh tempo 1  Januari 2001. Berikut adalah transaksi yang berkaitan dengan transaksi yang berkaitan dengan obligasi.

1 Maret 1997          : Diterima pesanan 200 lembar obligasi dengan harga Rp 20.920.000,00 dan baru diterima pembayaran 40%, sisanya dibayar sebulan kemudian.

1 April 1997           : Diterima pelunasan sisa yang 60% dan sekaligus diserahkan 200 lembar obligasi yang dipesan.

1 Juli 1997              : Dibayar bunga obligasi selama 6 bulan.

1 September 2000   : Obligasi tersebut dilunasi dengan kurs 95%.

Diminta :

Buatlah jurnal yang diperlukan disertai perhitungannya!

SOAL 3:

Firma Abadi beranggotakan Badu dan Badi membagi labanya 2:1. Pada tanggal 7 Nopember 2001 mereka merubah bentuk perusahaan menjadi PT yang diberi nama PT. Sinar Surya. PT. yang baru dengan modal saham biasa 5000 lembar dengan nilai nominal Rp 10.000,00 per lembar. Semua aktiva Firma Abadi (kecuali kas) diserahkan kepada PT. Sinar Surya dan semua hutang Firma Abadi akan dilunasi oleh PT. Sinar Surya. Firma Abadi menerima 3000 lembar saham untuk penukaran perusahaannya yang dibagi 2000 lembar untuk Badu dan 1000 lembar untuk Badu. Sisa saham yang 2000 lembar dijual dengan harga Rp 15.000,00 per lembar.

Neraca yang diserahkan Firma Abadi adalah sebagai berikut :

Firma Abadi

Neraca

7 Nopember 2001

Kas                                              Rp  2.000.000,00                            Hutang lancar    Rp  4.500.000,00

Piutang                                        Rp20.000.000,00

Cad.Ker.Piut . Rp 2.000.000,00  Rp18.000.000,00                            Modal Badu                  Rp20.000.000,00

Persediaan  barang                      Rp  7.000.000,00                            Modal Badu      Rp10.500.000,00

Aktiva tetap                                 Rp10.000.000,00

Akum.Depr.   Rp 2.000.000,00  Rp  8.000.000,00

Jumlah                                        Rp35.000.000,00                            Jumlah             Rp35.000.000,00

Dalam perubahan itu oleh PT Sinar Surya diadakan beberapa perubahan terhadap catatan Firma sebagai berikut :

Cadangan kerugian piutang dinaikkan menjadi Rp 3.500.000,00

Barang dagangan dinilai sebesar Rp 8.500.000,00

Aktiva tetap dinilai kembali menjadi Rp 15.000.000,00 dan akumulasi depresiasi sebesar Rp 2.500.000,00

Diminta :

  1. Buatlah jurnal yang berhubungan dengan perubahan bentuk perusahaan tersebut disertai dengan perhitungan!
  2. Sajikanlah neraca yang baru untuk PT. Sinar Surya!

SOAL 4:

Neraca PT. Rini pada tanggal 1 Januari 2000 menunjukkan saldo-saldo sbb:

Asuransi dibayar di muka                                           Rp      360.000,00

Mesin dan perabot (umur ekonomis 8 tahun)             Rp 60.000.000,00

Akumulasi depresiasi mesin dan perabot                    Rp 24.000.000,00

Gedung (umur ekonomis 20 tahun)                            Rp 90.000.000,00

Akumulasi depresiasi gedung                                     Rp 22.500.000,00

Asuransi dibayar di muka adalah 2 buah polis :

  1. Untuk mesin & perabot, jumlah pertanggungan Rp 30.000.000,00 tanggal 1 Juli 1998, jangka waktu 3 tahun premi Rp 120.000,00
  2. Untuk gedung jumlah pertanggungan Rp 45.000.000,00 tanggal 1 Januari 1999 jangka waktu 3 tahun dengan syarat asuransi bersama 80 %, premi Rp 1.800.000,00.

Pada tanggal 1 Januari 2000 rekening asuransi dibayar di muka menunjukkan jumlah sebagai berikut :

Mesin dan perabot                                          Rp 120.000,00

Gedung                                                           Rp 240.000,00

Pada tanggal 1 April 2001, kebakaran yang merusak seluruh mesin dan perabot, persediaan barang (harga pokok sebesar Rp 25.000.000,00 dan tidak diasuransikan) dan dua pertiga gedung. Harga pasar barang-barang yang terbakar pada saat kebakaran adalah mesin dan perabot Rp 40.000.000,00; gedung Rp 70.000.000,00; dan persediaan barang Rp 25.000.000,00.

Diminta:

  1. Buatlah perhitungan yang meliputi jumlah kerugian ganti rugi yang diterima dari asuransi!
  2. Buatlah jurnal yang diperlukan mulai dari kebakaran sampai menerima ganti rugi dari pihak asuransi!

 

SOAL 7 :

Neraca ringkas PT Abadi pada tanggal 31 Desember 1998 adalah sebagai berikut :

PT Abadi

Neraca 31 Desember 1998

                                                                       Utang jangka pendek   Rp   3.000.000,00

Aktiva lancar                  Rp   5.000.000,00  Utang jangka panjang    Rp   7.000.000,00

Aktiva tetap                    Rp 20.000.000,00                                       Modal saham biasa        Rp 13.000.000,00

Agio saham biasa         Rp   5.000.000,00

Laba tidak dibagi          (Rp  3.000.000,00)

Jumlah                            Rp 25.000.000,00   Jumlah                          Rp 25.000.000,00

PT Abadi melakukan reorganisasi semu pada tanggal 1 Januari 1999 dengan ketentuan sebagai berikut :

Aktiva tetap diturunkan menjadi Rp 12.000.000,00

Nilai nominal modal saham diturunkan 50%-nya, dicatat sebagai agio saham.

Defisit dihapuskan dan dibebankan ke rekening agio saham biasa.

Diminta :

  1. Buatlah jurnal untuk mencatat reorganisasi pada tanggal 1 Januari 1999.
  2. Buatlah neraca tanggal 1 Januari 1999 sesudah reorganisasi semu.

SOAL 8 :

PT “Angin Sumilir” pada tanggal 1 Januari 1998 memutuskan untuk mengeluarkan obligasi pada tanggal 1 Mei 1998 sebesar Rp 100.000.000,00, nominal Rp10.000,00 bunga 24% per tahun dan jatuh tempo pada tanggal 1 Mei 2003. Bunga obligasi dibayarkan setiap tanggal 1 Mei dan 1 Nopember. Pada tanggal 1 September 1998 seluruh obligasi telah dipesan oleh seseorang dengan kurs 93% dengan pembayaran uang muka sebesar 40% pada tanggal 1 September 1998, dan pada tanggal 1 Oktober 1998 telah dilunasi dan obligasi diserahkan.

Diminta :

  1. Membuat jurnal tanggal 1 September dan 1 Oktober 1998.
  2. Membuat jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 1998 yang berhubungan dengan bunga yang belum diterima dan amortisasi agio/ disagio.

 

SOAL 9 :

PT “Rejeki” mempunyai modal statuter sebanyak 1000 lembar nominal Rp10.000,00 dan akan dijual semuanya (ditempatkan). Transaksi-transaksi yang berhubungan dengan saham adalah sebagai berikut :

Pada tanggal 1 Pebruari 1999 dipesan saham sebanyak 500 lembar dengan kurs 105%, dibayar tunai 70% sisanya akan dibayar 30 hari lagi.

Pada tanggal 1 Maret diterima pelunasan sisa pesanan untuk 300 lembar saham, dan diserahkan kepada pemesan.

Pada tanggal 5 Maret pembeli menyatakan akan membatalkan pesanannya sebanyak 100 lembar, saham yang dibatalkan tersebut dijual lagi dengan kurs 95%. Uang hasil penjualan dikembalikan pada pemesan dikurangi dengan kerugian penjualan kembali saham yang dibatalkan tadi.

Latihan soal-soal

Lihat Bab saham treasury

SOAL 10 :

Pada tanggal 20 Januari 2000 PT “Tira Austine “ membeli saham treasury sebesar 500 lembar nominal Rp 2.500,00 dengan harga beli perlembar Rp 3.000,00. Pada tanggal 15 Maret dijual kembali 200 lembar saham treasury dengan harga per lembar Rp 3.250,00. Pada tanggal 25 April dijual kembali 200 saham treasury dengan harga Rp 2.300,00 dan pada tanggal 15 Agustus seluruh saham treasury dijual kembali dengan harga Rp 1.500,00.

Diminta:

Buatlah jurnal yang berhubungan dengan pembelian dan penjulan saham treasury jika perusahaan menggunakan metode :

  1. harga pokok
  2. nilai nominal.

SOAL 11:

Pada tanggal 31 Desember 1999 PT “Citra” mempunyai neraca yang menyajikan pos yang berhubungan dengan modal saham sebagai berikut :

Harta :

Piutang pesanan saham biasa              Rp 325.000.000,00

Piutang pesanan saham prioritas         Rp  84.000.000,00

Utang dan modal :

Saham prioritas 6% kumulatif terdaftar 100.000 lembar beredar 62.000 lembar          = Rp 62.000.000,00

Saham prioritas dalam pesanan 1500 lembar Rp 1.500.000,00 = Rp 62.500.000,00

Saham biasa, nilai nominal Rp1.000,00 per lembar terdaftar 200.000 lembar, beredar 36.000 = Rp 36.000.000,00

Saham biasa dalam pesanan (27.000 lembar)       Rp 27.000.000 Rp 63.000.000,00

Agio saham prioritas   Rp 34.000.000,00

Agio saham biasa        Rp 87.000.000,00

Saham dalam pesanan belum dibayar seluruhnya sampai dengan tanggal neraca. Dalam pengeluaran saham (bukan pesanan) termasuk 8000 lembar saham biasa untuk menukar mesin yang mempunyai nilai  pasar Rp 125.000.000,00. Perusahaan didirikan pada tahun 1999. Neraca tersebut adalah neraca pertama perusahaan. Harga jual saham tunai maupun pesanan sama.

Diminta:

  1. Buat jurnal atas modal saham selama tahun 1999
  2. Hitung nilai per lembar saham biasa dan prioritas.